Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Museum Ranggawarsita

Museum Ranggawarsita
Museum Ranggawarsita merupakan  museum yang memamerkan berbagai warisan budaya dan sejarah di Jawa Tengah. Museum ini dinamakan Ranggawarsita, karena berdasarkan pertimbangan Rongowarsito salah satu pujangga Indonesia terkenal ia telah banyak meninggalkan kebudayaan bagi masyarakat Indonesia pada umumnya dan masyarakat Jawa pada khususnya yaitu berupa buku-buku dan naskah dalam bidang filsafat dan kebudayaan.

Museum ini memiliki total koleksi mencapai 59.784 unit yang terdiri dari berbagai jenis kategori koleksi. Koleksi terbanyak adalah kategori numismatik - heraldika yang mencapai 44.961 unit, yaitu mata uang dan tanda pangkat. Kategori etnografi sebanyak 6.803 unit, koleksi benda-benda arkeologi berjumlah 5.211 unit. koleksi keramik sebanyak 1.199 unit, biologi 617 unit, historika 318 unit, seni rupa 397 unit, geologika batuan alam sebanyak 200 unit, dan dari kategori filologika, berupa naskah atau manuskrip sebanyak 6 unit dan teknologika, seperti mesin ketik kuno sebanyak 42 unit.

Museum Ranggawarsita memiliki luas bangunan kira-kira 8.438 m persegi. Yang mencakup pendopo, gedung pameran tetap, gedung pertemuan, perpustakaan, laboratorium dan perkantoran. Arsiterturnya adalah Ir. Totok Rusmanto, museum ini dibangun dengan dana proyek dari rehabilitasi dan perluasan museum di Jawa Tengah dan pembanguanan fisik yang dilakukan secara bertahap.

Aktivitas
Di Museum Ranggawarsita Semarang, Anda akan melihat 100 koleksi keramik kuno yang ditemukan di dasar laut. Keramik yang ditemukan di dasar laut itu merupakan hibah dari Direktorat Bawah Air Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata sebanyak 100 buah. Keramik-keramik tersebut ditemukan di perairan Bangka Belitung, dan kemungkinan besar berasal dari salah satu zaman dinasti China dari beberapa zaman dinasti yang berbeda. Bentuk keramik itu bermacam-macam, diantaranya piring dan mangkuk yang berukuran bervariasi, antara 4-5cm untuk mangkuk kecil dan terbesar berukuran sekitar 15 cm.

Beberapa kegiatan teknis yang sering dilakukan adalah kegiatan yang bersifat edukatif dan publikasi seperti bimbingan penyuluhan tenaga, administrasi kebudayaan dan bimbingan karya tulis. Kegiatan pameran diantaranya kegiatan inventarisasi, yaitu kegiatan pencatatan semua koleksi dan peralatan museum. Pameran nasional yang dilaksanakan bersama-sama dengan museum-museum propinsi se-indonesia dengan materi pameran yang bersifat khusus.

Lokasi
Museum Ranggawarsita terletak di Jl. Abdul Rahman Saleh No. 1 Kalibanteng Kulon Semarang Jawa Tengah, Indonesia. Jaraknya berdekatan dengan bandara Ahmad Yani di Semarang atau hanya 4 km jauhnya dari pusat kota ke arah barat.

Sabtu, 20 Desember 2014

Museum Rekor Dunia Indonesia

Museum Rekor Dunia Indonesia

Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI ) adalah sebuah museum tempat untuk dicatatnya data prestasi superlatif yang ada di Indonesia. Awalnya museum ini bernama Museum Rekor Indonesia namun telah diganti dengan Museum Rekor Dunia Indonesia yang bersamaan dengan peresmian galeri Muri di kawasan wisata candi Borobudur pada tanggal 14 Agustus 2005.

Museum MURI terletak di kota Semarang, Indonesia dan didirikan pada tanggal 27 Januari 1990 yang bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2541 (saat itu belum termasuk hari libur nasional) diprakarsai oleh Bpk. Jaya Suprana bersamaan dengan PT Jamu Jago, museum ini sudah mencatat lebih dari 1.200 rekor prestasi sampai dengan Juli 2005.

Di dalam Museum Muri pengunjung dapat melihat dan menghimpun data-data rekor superlatif yang terjadi di Indonesia atau dibuat oleh putra-putri bangsa Indonesia. Selain itu tentunya Anda juga dapat melihat koleksi foto, slide dan perlatan tradisional pembuatan jamu dari PT Jamu Jago. Anda juga akan dihibur dengan kesenian karawitan yang dilakukan oleh karyawan Jamu Jago tersebut.

Museum ini terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya masuk, buka setiap hari kerja Senin-Jumat mulai pukul 09.00 sampai dengan pukul 14.00 wib. Museum Jamu Jago dan Museum Muri terletak di satu kawasan industri JAMU JAGO, Tepatnya di Perintis Kemerdekaan 275, Semarang - Jawa Tengah.

Minggu, 12 Oktober 2014

Museum Kailasa Dieng

Museum Kailasa Dieng

Museum Kailasa adalah sebuah museum yang terletak di kompleks Gedung Arca milik Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala di Jawa Tengah. Lokasi tepatnya museum ini berada di seberang Candi Gatot kaca, Dieng. Kecamatan Batur, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah.

Museum Kailasa diresmikan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, pada tanggal 28 Juli 2008, sebagai perluasan dari Gedung Arca yang sudah ada sebelumnya. Museum ini diberi nama Kailasa, sesuai dengan nama salah gunung tempat tinggal Dewa Siwa. Nama ini diambil karena Purbakala Dieng yang diwarnai dengan pemujaan terhadap Dewa Siwa, Hal ini dapat diketahui dari percandian maupun prasasti.

Aktivitas
Saat memasuki Museum Kailasa, Anda akan melihat patung-patung antik Dieng. Setelah itu, Anda bisa menaiki tangga ke ruang informasi di mana Anda bisa mendapatkan informasi sebanyak mungkin, seperti sejarah dataran tinggi Dieng dan candi-candinya.

Beberapa panel memberikan informasi tentang kehidupan penduduk setempat mulai dari menceritakan tentang gaya hidup dan pertanian mereka,  informasi tentang masjid lokal, mushola, seni, dan mitos anak bajang. Panel lain menyediakan informasi lebih lanjut tentang dataran tinggi Dieng sebagai pusat kegiatan ritual Hindu dan candi-candi sekitarnya. Dieng diambil dari kata "Di" yang berarti gunung, dan "Hyang" yang berarti Tuhan. Dengan demikian, Dieng berarti gunung tempat tinggal Dewa.

Senin, 07 Juli 2014

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan museum yang berisi materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan dan mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak tahun 1850. Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 dan diresmikan di tahun 1929 oleh pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya museum ini di renovasi melalui dana bantuan JICA (Japan International Cooperation Agency).

Pada awalnya Museum Geologi Bandung berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penelitian geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Berikutnya berkembang menjadi sarana pendidikan, sarana penelitian, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian, sekaligus menjadi objek pariwisata.

Kini museum ini mengalami pergeseran fungsi sesuai dengan perkembangan zaman dimana menjadi tempat pendidikan luar sekolah untuk mempelajari ilmu bumi dan pelestarian nya. Di museum ini juga menjadi tempat untuk melakukan kajian awal sebelum penelitian di lapangan. Jadi, Museum Geologi Bandung berperan sebagai pusat informasi ilmu kebumian sekaligus menggambarkan geologi bumi di Indonesia dalam bentuk kumpulan dari peraga.

Museum Geologi Bandung

Aktivitas
Sebagai objek geologi pariwisata yang menarik, di sini Anda dapat berkeliling dan melihat beberapa ruang pamernya yang meliputi 2 lantai, yaitu:

Pada lantai pertama, terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah yang berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi yang menarik, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :
  • Hipotesis terjadinya bumi didalam sistem tata surya.
  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia, diwujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi yang aktif.
  • Keadaan geologi Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.
  • Fosil-fosil dan sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini.
Ruang Sayap Timur yaitu Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga masa modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan manusia.

Pada lantai kedua, juga terbagi menjadi 3 ruangan utama: Ruang barat yang dipakai oleh staf museum, Sementara ruang tengah dan ruang timur digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia. Di dalam Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengah Irian Jaya. dan di Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

Lokasi
Museum  Geologi terletak di Jl. Diponegoro No. 57 Cihaur Geulis Neglasari, Bandung, Jawa Barat.

Senin, 09 Juni 2014

Museum Konferensi Asia-Afrika

museum-konferensi-asia-afrika

Museum Konferensi Asia-Afrika
merupakan museum bersejarah konferensi yang dihadiri pemimpin dari 29 negara di Asia dan Afrika dimana sebagian negara baru saja memperoleh kemerdekaan. Negara-negara tersebut berkumpul untuk bergandengan tangan menentukan masa depan Asia dan Afrika. Jumlah populasi Benua Asia dan Afrika mencakup seperempat permukaan bumi dengan total populasi lebih dari 1,5 miliar orang saat itu.

Konferensi Asia-Afrika menghasilkan 10 poin deklarasi yang dikenal dengan Deklarasi Bandung. Konferensi ini merupakan yang pertama dan selanjutnya dikenal sebagai Konferensi Bandung yang menjadi landasan untuk Gerakan Non-Blok. Museum Asia-Afrika dibangun untuk mengingatkan negara-negara yang ikut berpatisipasi dalam Konferensi Asia dan Afrika agar bertindak berdasarkan prinsip-prinsip Deklarasi Bandung. 

Gagasan pendirian Museum Konferensi Asia-Afrika di Gedung Merdeka dipimpin oleh Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja yang disampaikan dalam pertemuan Komite untuk memperingati HUT ke-25 Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1980. Ide tersebut kemudian didukung oleh Presiden Soeharto. Museum ini pun diresmikan Presiden Soeharto pada tanggal 24 April 1980 saat HUT ke 25 Konferensi Asia-Afrika.

Aktivitas
Mengunjungi Museum Asia-Afrika sudah menjadi suatu jadwal yang wajib bagi Anda yang berkunjung ke Bandung. Karena, di museum ini pengunjung bisa melihat beberapa ruangan yang disediakan dimana memuat sejarah konferensi asia-afrika dan profil dari negara-negara di kedua benua yang merumuskan konferensi tersebut.

Museum Konferensi Asia-Afrika memiliki ruangan pameran tetap yang khusus untuk memamerkan koleksi benda tiga dimensi, foto dokumenter, Pertemuan Bogor, Konferensi Kolombo, dan konferensi Asia-Afrika 1955. Ruangan ini juga menyediakan beberapa informasi bersejarah lainnya seperti: Peristiwa bersejarah yang menjadikan latar belakang dari Konferensi Asia-Afrika, Perubahan Gedung Merdeka dari waktu ke waktu, Profil dari negara-negara peserta Konferensi Asia-Afrika.

Lokasi
Museum Konferensi Asia-Afrika terletak di Jalan Asia - Afrika, Bandung, Jawa Barat. Tepatnya di seberang Hotel Preanger dan Hotel Savoy Homann tempat di mana para peserta delegasi Konferensi Asia-Afrika menginap. Jadwal buka Museum ini setiap hari Senin sampai Jumat mulai pukul 08.00 hinggah pukul 15.00 WIB.

Kamis, 05 Juni 2014

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti adalah salah satu taman makam umum tertua di dunia. Makam yang merupakan peninggalan zaman VOC ini sudah berusia 213 tahun dan lebih tua dari pemakaman serupa di Singapura Fort Canning Park (1926), Gore Hill di Sydney (1868), Mount Auburn Cemetery di Cambridge, Amerika Serikat (1831) dan Makam La Chaise Cemetery di Paris (1803). Oleh karena itu, Museum Taman Prasasti sebenarnya layak disebut sebagai warisan budaya dunia dan patut diusulkan untuk masuk dalam UNESCO.

Museum Taman Prasasti yang bernuansa Eropa ini sebelumnya dikenal dengan nama Kebon Jahe Kober, Namun pada tahun 1975 saat masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, makam ini ditutup dan dipindahkan. Sebagian kerangka di makam ini ada yang dibawa oleh kerabat keluarga ke Belanda. Sementara itu, sekitar 1.200 dari 5.000 nisan yang ada di makam ini masih tetap dipertahankan dan ditata ulang hingga akhirnya menjadi bagian dari Museum Taman Prasasti.

Aktivitas
Wisata museum dan sejarah pemakaman adalah agenda utama mengunjungi tempat ini dimana Anda dapat melihat karya seni abad di masa lampau. Nikmati juga keindahan karya seni bergaya Eropa yang terpahat jelas di tiap patung dan batu nisan yang menarik untuk dikagumi sebagai karya seni. 

Saat memasuki area pemakaman Museum Taman Prasasti, Anda akan diberikan pengalaman wisata tersendiri yang sempurna untuk kegiatan pengambilan video dan foto berlatar sejarah. Jelajahi dan temukan juga nisan-nisan tokoh penting pada zamannya. Di antara para tokoh sejarah yang makamnya masih ada adalah Dr HF Roll (1867-1935), yaitu penggagas dan pendiri sekolah kedokteran di STOVIA; Miss Riboet alias Miss Tjitjih (1900-1965); istri Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles, yaitu Olivia Mariamne Raffles, yang meninggal di tahun 1814; serta ada pula makam aktivis muda nasional pada orde lama yaitu Soe Hok Gie (1942-1969).

Lokasi
Museum Taman Prasasti terletak di Jalan Tanah Abang No. 1, Kelurahan Petojo Selatan, Gambir, Jakarta. Museum ini berdekatan dengan Monas Jakarta.

Rabu, 04 Juni 2014

Museum Tekstil

Museum Tekstil

Museum Tekstil merupakan museum pertama dan satu-satunya di indonesia, museum ini didirikan pada tahun 1975 yang didasari kesadaran bahwa tekstil modern telah banyak menggeser tekstil tradisional Nusantara Indonesia. Museum Tekstil hadir sebagai tempat untuk mendokumentasikan kekayaan dan ragam tekstil berupa kain tradisional Nusantara. Adapun penggagas museum ini adalah Kelompok Pecinta Kain Tradisional Indonesia (Wastraprema) yaitu Ir. Safioen, selaku Dirjen Tekstil Departemen Perindustrian di waktu itu.

Aktivitas
Koleksi museum tekstil terdiri dari benda-benda yang ada hubungannya dengan dunia pertekstilan di Indonesia dari akhir abad ke18 hingga saat ini. Koleksi tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu batik, koleksi kain tenun, koleksi campuran, koleksi kontemporer, peralatan pembuatan batik/tenun dan lainnya. Dari koleksi tersebut dapat Anda lihat dan dipelajari perkembangan dari motif-motif kain tekstil tradisional Nusantara dari masa ke masa.

Di museum tekstil, Anda dapat mengenal lebih dalam mengenai peralatan batik dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menyimpan koleksi tradisional, Museum ini juga menampilkan koleksi tekstil modern karya perancang busana terkemuka hingga kini sebagai upaya untuk terus mendukung dan mengembangkan pertekstilan di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan Anda kunjungi atau hubungi pihak Museum Tekstil. Adapun untuk pengunjung Museum Tekstil buka pada hari dan jam berikut ini :

Museum Tekstil Indonesia
Selasa – Minggu: Pukul 09.00 s/d 15.00 WIB
Senin dan hari libur nasional, museum tekstil tutup.
Untuk Tiket masuk maka perorangan akan dikenakan tarif :
Dewasa : Rp5.000,-
Mahasiswa : Rp3.000,-
Anak-anak : Rp 2.000,-

Lokasi
Museum Tekstil terletak di Jalan Aipda K.S Tubun No. 2-4, Jakarta Pusat
Telp. (021) 560 6613
Fax. (021) 565 4401
Website. http://museumtekstiljakarta.com/
Email: mus_tekstil@yahoo.co.id

Senin, 02 Juni 2014

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik merupakan museum yang menyimpan beragam karya seni rupa dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti grafis, sketsa, totem kayu, patung, dan batik lukis. Di dalam Museum seni rupa dan keramik terdapat sekitar 350 buah lukisan dan 1350 buah koleksi keramik dari Nusantara, Asia dan Eropa.

Bangunan Museum Seni Rupa dan Keramik sangat menarik untuk Anda kunjungi karena bercorak eropa berbentuk atrium yang memiliki bangunan induk bewarna putih yang megah. Ada dua buah bangunan sayap berlantai dua yang saling melengkapi dimana masing-masing dipisahkan oleh dua buah taman yang luas. Untuk menghubungkan kedua bangunan sayap tersebut ada sebuah koridor yang terdapat di bagian belakang.

Aktivitas
Museum Seni Rupa dan Keramik menyajikan beragam koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu di tahun 1800-an hingga saat ini. Sedangkan koleksi keramik menampilkan beberapa keramik dari daerah Indonesia dan seni kreatif kontemporer. Selain itu ada juga koleksi keramik dari luar mancanegara seperti keramik dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, Jepang dan Eropa dari abad ke 16 sampai awal abad ke 20.

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sebuah Perpustakaan yang dapat Anda gunakan untuk membaca beragam koleksi buku seni rupa yang dapat menjadi referensi. Temukan juga beragam koleksi patung dari seniman modern Indonesia, seperti: Oesman Effendi, Popo Iskandar, G. Sidharta, Achmad Sadali, Amri Yahya, AS Budiman, Srihadi S, Fajkar Sidik, Kusnadi, Sudjana Kerton, Rusli, Nashar, Amang Rahman, Zaini, Suprapto, Mulyadi W, Abas Alibasyah, dan banyak seniman lainnya.

Lokasi
Museum Seni Rupa dan Keramik dapat Anda temukan di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan Museum Sejarah Jakarta.

Kamis, 22 Mei 2014

Museum Wayang

Museum Wayang

Museum Wayang merupakan museum yang memamerkan berbagai jenis dan bentuk wayang dari seluruh Indonesia dan mancanegara yang terbuat dari kulit, kayu maupun bahan lainnya. Gedung Museum Wayang sebelumnya merupakan gereja yang didirikan oleh VOC di tahun 1640 dengan nama “de oude Hollandsche Kerk”. Namun di Tahun 1808 gedung ini hancur akibat gempa, selanjutnya tahun 1921 gedung ini dibangun kembali dengan gaya Neo Renaissance yang fungsinya sebagai gudang milik perusahaan Geo Wehry and Co. 

Kini Museum Wayang memiliki koleksi sekitar 5.147 wayang yang berasal dari berbagai daerah di tanah air indonesia seperti Sumatera, Jawa, Sunda, Bali dan Lombok. Ada pula wayang dari mancanegara seperti dari Negara Malaysia, Perancis, Kamboja, Suriname, India, Amerika, Thailand, Vietnam dan Inggris.

Aktivitas
Di museum wayang Anda bisa melihat berbagai koleksi wayang baik dari lokal maupun mancanegara, Di museum ini juga terdapat perlengkapan seputar perwayangan dimulai dari alat penerangan yang biasa digunakan untuk membuat bayangan di belakang layar yang disebut dengan Lampu Blencong. Selain itu, Ada pula instrumen musik pengiring seperti gamelan dan panggung yang biasa dipakai untuk panggung boneka.

Anda dapat mengunjungi museum wayang setiap hari Selasa - Minggu pukul 09.00 sampai 15.00 dengan biaya tiket masuk sebesar Rp2.000,00 untuk dewasa, Rp600,00 untuk anak-anak dan Rp1.000,00 untuk mahasiswa.

Lokasi
Museum Wayang terletak di Jalan Pintu Besar Utara No. 27 Jakarta Barat.

Rabu, 21 Mei 2014

Museum Bahari

Museum Bahari

Museum Bahari merupakan museum yang menampilkan koleksi benda-benda yang berhubungan dengan kebaharian dan nelayan bangsa Indonesia dari Sabang hingga Merauke. Dahulu museum bahari digunakan sebagai gudang termpat penyimpanan rempah-rempah Belanda, rempah- rempah tersebut merupakan komoditi utama yang sangat laris di daratan Eropa yang dibangun pada tahun 1652.

Aktivitas
Museum Bahari menyimpan kurang lebih 126 koleksi benda-benda sejarah kebaharian. Koleksi utamanya yaitu kapal dan perahu-perahu niaga tradisional. Di antara puluhan miniatur yang dipajang dalam museum ini terdapat 19 koleksi perahu asli dan 107 buah miniatur perahu. Disin juga terdapat peralatan yang digunakan oleh pelaut dan nelayan di masa lampau seperti alat untuk navigasi, teropong, jangkar, model mercusuar dan meriam.

Museum Bahari juga menampilkan koleksi dari biota laut beragam ikan di perairan Indonesia dan aneka perlengkapan serta cerita dan lagu tradisional dari masyarakat nelayan di Nusantara. Museum ini juga menampilkan matra dari TNI AL, maket Pulau Onrust, koleksi kartografi, tokoh-tokoh maritim Nusantara serta perjalanan kapal KPM Batavia - Amsterdam.

Lokasi
Museum Bahari terletak di Jalan Pasar Ikan No. 1 Sunda Kelapa, Jakarta Utara.
Untuk masuk ke dalam museum Anda akan di kenakan tarif sebesar rp. 2000/ orang.

Jumat, 09 Mei 2014

Museum Lampung

Museum Lampung

Museum Lampung merupakan tempat wisata sejarah yang dapat digunakan sebagai sarana pendidikan, penelitian dan rekreasi. Pembangunan museum ini dimulai tahun 1975 dan peletakan batu pertama dilaksanakan tahun 1978. Akan tetapi, peresmiannya baru dilaksanakan pada 24 September 1988 dan diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kala itu, Prof. Dr. Fuad Hasan. Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Aksara Internasional yang dipusatkan di PKOR Way Halim.

Museum ini menyimpan beragam benda prasejarah, benda budaya, serta flora dan fauna khas Lampung. Berdasarkan data tahun 2011, Museum Lampung menyimpan sekira 4.735 benda koleksi. Benda-benda tersebut terbagi dalam 10 kelompok, yaitu koleksi geologika, biologika, etnografika, historika, numismatika/heraldika, filologika, keramologika, seni rupa, dan teknografika.

Aktivitas
Untuk dapat melihat koleksi unik yang ada di Museum Lampung, para pengunjung hanya dibandrol dengan harga yang cukup murah, yaitu : Anak-anak per orang Rp 500, Dewasa per orang Rp 1.500 jika Anda berombongan tentu harga nya menjadi lebih murah.

Ketika memasuki kawasan museum, para pengunjung langsung ditawarkan dengan benda-benda peninggalan Belanda, sejarah Lampung, serta benda yang menjadi saksi bisu keganasan letusan Gunung Krakatau. Pada sisi kanan bangunan museum, para pengunjung dapat melihat fauna khas Sumatera seperti gajah, harimau, trenggiling, dan lain sebagainya. Selain itu pada bagian atas, pihak museum memamerkan suasana upacara adat Lampung seperti kelahiran, khitanan, pengambilan gelar adat, pernikahan, dan kematian.

Lokasi
Museum Lampung berada di sebelah UMITRA tepatnya di Jalan Zainal Arifin, Pagar Alam, Keluarahan Gedung Meneng, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Senin, 05 Mei 2014

Museum Negeri Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu

Museum Negeri Bengkulu merupakan tempat penyimpanan koleksi benda-benda bersejarah dan adat budaya masing-masing suku yang terdapat di Bengkulu. Di antaranya adalah koleksi pakaian pengantin dan pakaian adat, alat-alat rumah tangga, senjata tradisional, bentuk-bentuk rumah adat, tulisan huruf “ Ka ga nga” dan peninggalan-peninggalan masa prasejarah mulai dari masa peradaban batu sampai perunggu.

Museum Negeri Bengkulu mulai dibangun tahun 1978 tapi baru difungsikan pada 3 Mei 1980. Awalnya, museum ini bertempat di Benteng Marlborough namun tiga tahun kemudian pada 3 Januari 1983, museum ini dipindahkan ke gedung baru hingga sekarang. Pemindahan tersebut didasarkan pertimbangan pemerintah yang menganggap penempatan museum di kawasan benteng tampak kurang efisien dan kurang menguntungkan. Museum ini diresmikan oleh Drs. GBPH Poeger selaku Dirjen Kebudayaan kala itu.

Aktivitas
Disini, pengunjung bisa melihat-melihat koleksi yang ada dengan jumlah total kurang lebih 6.220 macam koleksi. Masing-masing koleksi tersebut dibagi menjadi 10 macam kategori, yakni bertema geologika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika, filologika, keramologika, seni rupa, hingga teknologika.

Di Museum Negeri Provinsi Bengkulu ini, anda juga bisa melihat beberapa contoh koleksi naskah kuno yang hingga sekarang tidak ada yang mengetahui tentang identitas sang penulis. Jumlah seluruhnya adalah sekitar 126 naskah yang menjadi koleksi, akan tetapi saat ini baru sepuluh naskah yang berhasil di terjemahkan kedalam bahasa indonesia. Wajar saja jika agak susah karena naskah kuno yang berisi sejarah, yang ada di patung-patung, hingga di wejangan semuanya telah berumur puluhan hingga ratusan tahun lamanya.

Selain itu, di museum ini juga terdapat Mesin cetak Drukkey Populair dengan merek “Golden Press” yang pernah dipakai oleh Pemerintah Indonesia untuk mencetak “uang merah”. Mesin ini juga menjadi salah satu koleksi menarik mengingat uang merah merupakan sejenis Oeang Republik Indonesia (ORI) dan sebagai alat tukar yang sah pada zamannya. Mesin ini kabarnya dibuat pada 1930 dan merupakan mesin buatan Amerika Serikat.

Museum Negeri Bengkulu

Museum ini dapat dikunjungi pada hari selasa sampai hari minggu pada jam 08:00-13:00 WIB, sedangkan pada hari senin dan hari libur nasional lainnya, museum ini tidak dibuka. Untuk tiket masuk museum dikenakan Rp 2.000*) untuk dewasa dan Rp 1.000*) untuk anak-anak. Sedangkan bagi anda yang datang berombongan dengan minimal 25 orang, akan mendapatkan diskon sebesar 50% per orangnya.

Lokasi
Museum negeri Bengkulu ini terletak di jalan pembangunan nomor 8, Padang Harapan, Kota Bengkulu.

Sabtu, 03 Mei 2014

Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias merupakan sarana untuk melestarikan nilai-nilai kebudayaan Nias. Museum Pusaka Nias dikelola oleh Persaudaraan Kapusin Provinsi Sibolga. Museum seluas 2 hektar tersebut dapat dikatakan juga pusat rekreasi di Kota Gunungsitoli. Saat hari libur pengunjungnya bisa mencapai 1500 orang.

Museum Pusaka Nias yang dibangun Yayasan Pusaka Nias tahun 1995 tidak lepas dari jasa seorang pastor bernama Johannes M. Hammerle. Ia merupakan warga asal Jerman yang sudah menetap di Nias selama 40 tahun dan sekarang masih menjabat  sebagai direktur museum. Pastor Johannes telah berjasa mengumpulkan benda koleksi budaya Nias dari desa-desa di pedalaman pulau tersebut, koleksi benda bersejarah masyarakat nias berjumlah 6.500 koleksi.

Aktivitas
Di sini Anda dapat melihat langsung beragam koleksi berharga budaya Nias, diantaranya adalah: alat rumah tangga, alat musik tradisional, perhiasan, dan patung-patung. Benda-benda koleksi yang dipamerkan tersebut dilengkapi keterangan (Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) untuk mengetahui sejarah, makna, dan fungsinya. Perawatan benda koleksi museum ini terbilang baik dan beberapa koleksi menggunakan obat pengawet khusus agar tidak lekas rusak.

Koleksi Museum

Bukan hanya menikmati warisan budaya megalit di museum ini karena selepasnya Anda dapat berkeliling untuk mengunjungi obyek wisata tepi pantai, koleksi binatang langka, koleksi tanaman khas Nias, balai pertemuan dan beberapa rumah adat. Semuanya dapat Anda lalukan dengan berjalan kaki.

Lokasi
Anda dapat menemui Museum Pusaka Nias di Jalan Yos Sudarso No. 134-A Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.
Website : http://www.museum.pusaka-nias.org/

Museum Timah

Museum Timah

Museum Timah merupakan museum pertama di Indonesia yang isinya sarat dengan rekam jejak sejarah pertimahan di Bangka Belitung, museum ini berdiri pada tahun 1958, ketika ditemukan berbagai peralatan tambang timah tradisional yang pernah digunakan. Meskipun begitu, museum ini baru benar-benar diresmikan dan dibuka untuk umum pada 2 Agustus 1997.

Sebelum dijadikan museum, tempat ini semula adalah tempat tinggal karyawan perusahaan BTW (Banka Tin Winning). Museum ini menjadi tempat perundingan pemimpin-peminpin RI dengan Belanda sebelum perundingan Roem-Royen dilangsungkan.

Aktivitas
Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi kuno yang berasal dari zaman dulu. Selain bebatuan yang merupakan hasil dari pertambangan PT. Timah, di sinipun dapat melihat berbagai artefak keramik yang berasal dari peradaban Tiongkok, termasuk pakaian adat yang digunakan dan uang-uang kuno.

Di dalam museum, pengunjung dapat mengetahui sejarah penambangan timah di Bangka yang dimulai sejak abad ke-17 pada masa Kesultanan Palembang. Selain itu, sejarah penambangan timah pada zaman kolonial Belanda juga terpampang di museum ini hingga akhirnya setelah Indonesia merdeka, tambang-tambang timah milik pihak swasta Hindia Belanda diubah statusnya menjadi milik Pemerintah Indonesia.

Lokasi
Museum Timah terletak di Jalan Ahmad Yani No. 179, Pangkalpinang.

Rabu, 23 April 2014

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

Museum Sultan Mahmud Badaruddin II merupakan sebuah museum yang berlokasi tepat di tepi sungai Musi, Di museum ini Anda dapat menikmati sekitar 556 koleksi benda bersejarah, mulai dari bekas peninggalan kerajaan Sriwijaya hingga Kesultanan Palembang. Nama Sultan Mahmud Badaruddin II dijadikan nama museum ini untuk menghormati jasanya bagi kota Palembang.

Aktivitas
Anda dapat menambah wawasan pengetahuan seputar sejarah sriwijaya dan melihat koleksi benda antik di Museum ini. Ada banyak koleksi bersejarah yang tersimpan di dalam Museum Sultan Mahmud Badaruddin diantarnya berupa koleksi arkeologi, etnografi, biologi, keramik, senirupa, dan numismatik. 

Setelah menyusuri sejarah dari peninggalan Sriwijaya maka lanjutkanlah perjalanan Anda dengan berburu souvenir yang ada di sekitar sungai. Di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II sendiri tersedia toko yang menjual berbagai macam makanan dan souvenir. Toko-toko itu disebut Pasar 16 Ilir dan Pasar 35 Ilir. Sekitar 2 kilometer dari sana, Anda juga dapat menemukan pusat songket. Kemudian 50 meter berikutnya ada pusat ukiran Lekeur.

Lokasi
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II terletak di Jalan Sultan Mahmud Badaruddin II No. 2, Kelurahan 19 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I, Palembang, Sumatera Selatan.
Telp.  0711-358450

Selasa, 22 April 2014

Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem

Museum Gudang Ransum merupakan sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien RSU Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan. Gedung Museum Gudang Ransum sendiri dibangun pada 1918 sewaktu penjajahan Belanda. Dapur umum ini dilengkapi dua buah gudang besar dan steam generator (tungku pembakaran) untuk memasak 3.900 kg beras setiap hari bagi para pekerja tambang batu bara.

Aktivitas
Berkelilinglah mengunjungi bangunan utama berupa dapur umum untuk memasak. Ada juga beberapa bangunan lain di tempat ini, yaitu:  gudang persediaan bahan mentah dan padi, tungku pembakaran buatan Jerman tahun 1894, menara cerobong asap, pabrik es batangan, klinik kesehatan, kantor koperasi, penggilingan padi (heuler), rumah kepala ransum,  rumah karyawan, pos penjaga, serta rumah jagal hewan dan rumah kepala potong hewan.

Temukan dan amati juga sebuah cerobong beton menjulang tepat berada di belakang bangunan mesin uap di museum ini. Bayangkan bagaimana aktivitasnya tempo dulu saat asap mengepul keluar dari cerobong tersebut dan para pekerja lalu lalang di sekitarnya terantai kakinya.

Lokasi
Museum Goedang Ransoem terletak di Jalan Abdul Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Padang. Harga tiket masuk museum ini adalah Rp4.000 untuk dewasa, dan Rp2.000 untuk anak-anak. Jam aktif kunjungan museum ini adalah: Selasa hingga Jumat 07.30–16.30 WIB; Sabtu dan Minggu 09.00–16.00 WIB.

Kamis, 17 April 2014

Museum Batak Balige

Museum Batak Balige

Museum Batak Balige merupakan museum budaya sebagai upaya pelestarian dan pemanfaatan koleksi kekayaan budaya dan sejarah etnik Nusantara. Museum ini didirikan pada 7 Agustus 2006 dan diresmikan pada 17 April 2008 oleh Letjen (Purn). Dr. TB Silalahi. Pembukaan resminya dilakukan pada 18 Januari 2011 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Anda dapat menikmati sekitar 1.000 koleksi artefak budaya Batak dan peninggalan sejarah dari 6 puak Batak, yaitu: Karo, Toba, Simalungun, Pakpak, Angkola, dan Mandailing. Keenam puak Batak tersebut secara sosial-kultural memiliki peran penting dalam memecahkan berbagai masalah yang terjadi di wilayah desanya.

Koleksi Museum Batak Balige

Aktivitas
Di museum ini Anda dapat memahami tentang bagaimana puak Batak sejak dahulu menjadi simbol perlawanan terhadap feodalisme. Di museum ini menyuguhkan peninggalan sejarah dari 6 puak Batak, secara sosial-kultural memiliki peran penting dalam memecahkan berbagai masalah yang terjadi di wilayah desanya.

Di bagian dalam Museum Batak Balige tersimpan beragam bentuk kebudayaan Batak termasuk jenis senjata Batak, yaitu: hujur (tombak), podang (pedang), pisau (piso), sior (panah dan busur), ultop (sumpit), dan bodil (senapan). Ada juga pakaian dari adat keenam puak Batak.

Koleksi Museum Batak Balige

Anda juga dapat melihat miniatur Huta Batak yang berisi rumah tradisional Batak Toba yang telah berusia ratusan tahun. Bentuknya disusun mengikuti bentuk perkampungan Batak Toba zaman dahulu. Pagar dari pohon bambu, hariara, kuburan batu, dan ulubalang adalah komponen penting dari huta batak.

Lokasi
Dari Medan, Kota Balige berjarak sekitar 250 km atau 6 - 7 jam perjalanan, atau 1,5 jam dari Parapat. TB Silalahi Center berdekatan dengan makan Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII dengan Jarak sekitar 100 meter perjalanan dari makam tersebut ke arah tepi Danau Toba.

Museum Batak TB. Silalahi Center
Alamat : Jalan Pagar Batu No.88 Balige, Toba Samosir, Sumatera Utara, Kp. 22312
Telepon : 0632 .21588
Faximile : 0632.21587
E-mail : tbsilalahicenter@gmail.com
Website : http://www.museumbataktbsilalahicen

Senin, 14 April 2014

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh merupakan sebuah museum yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana gempa bumi dan tsunami Samudra Hindia 2004, Museum ini diresmikan pada Februari 2008. Tujuan pembangunannya selain untuk mengenang gempa bumi yang mengakibatkan tsunami tahun 2004 juga serta menjadi pusat pendidikan dan sebagai pusat evakuasi jika bencana tsunami datang lagi.

Aktivitas
Anda dapat mencoba merasakan gempa dengan berbagai tingkat kekuatan di bangunan simulasi gempa atau shaking table. Tingkatan kekuatan yang dapat dirasakan dari vertical level 3-8 dan horizontal 3-8. 

shaking table
Amati juga bagaimana museum memiliki escape hill yaitu sebuah taman berbentuk bukit yang difungsikan sebagai salah satu antisipasi lokasi penyelamatan apabila datang banjir atau tsunami. Ada pula the hill of light yang dipenuhi ratusan tiang. Di sini Anda dapat meletakkan karangan bunga. Memorial hill di ruang bawah tanah dilengkapi dengan ruang pameran yang dapat Anda lihat-lihat. Selain itu, terdapat ruangan yang dirupakan sebagai gua yang gelap disertai aliran air.

Museum Tsunami Aceh
Kunjungan Anda ke Museum Tsunami Aceh tidak akan sia-sia karena bangunan museum ini sarat dengan nilai kearifan lokal dan didesain dengan konsep kapal dan dari luar jauh terlihat seperti cerobong sehingga unik untuk direkam dalam kamera. 

Lokasi
Museum Tsunami Aceh berlokasi di Jalan Sultan Iskandar Muda, Banda Aceh, museum ini buka setiap hari (kecuali Jumat) pukul 10.00-12.00 dan 15.00-17.00. Untuk masuk museum Anda tidak perlu membayar tiket dan tidak dikutip biaya apapun kecuali untuk menyaksikan tayangan 4D.

Rabu, 24 Juli 2013

Museum Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau

Museum padang

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau biasa disingkat PDIKM merupakan salah satu museum di Sumatra Barat yang di dirikan pada tahun 1990. Museum ini bersisikan berbagai macam informasi dan koleksi mengenai kebudayaan Minangkabau baik berupa dokumentasi, maupun audio visual. Museum ini dapat diakses dari jalur utama Padang–Bukittinggi, berjarak sekitar lebih kurang dua kilometer dari pusat Kota Padang Panjang.

Koleksi
  • 1.900 jilid salinan buku dan majalah terbitan sebelum tahun 1942.
  • Sekitar 1.500 judul buku terbitan setelah tahun 1950 sumbangan masyarakat dan setumpuk besar kliping berbagai koran dan majalah.
  • 90 album foto.
  • 500 foto dalam bingkai besar dan kecil.
  • 142 reel mikrofilm positif, isinya berupa naskah-naskah lama, koran-koran yang terbit sebelum Perang Dunia II, dan sebagainya; untuk membaca mikrofilm tersebut PDIKM sudah memiliki alat baca mikrofilm 35 mm positif atau negatif lengkap dengan alat penunjang lainnya.
  • Sekitar 600 kaset yang isinya mulai dari nyanyian cerita klasik Minangkabau seperti saluang, rebab, dan sebagainya sampai kepada lagu pop Minang.
  • Sekumpulan replika alat musik tradisional Minangkabau.
Lokasi 
Museum Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang

Selasa, 23 Juli 2013

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman merupakan museum yang berfungsi sebagai tempat  menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah seperti cagar budaya  Minangkabau, cagar budaya Mentawai dan cagar budaya Nusantara. Museum ini menggunakan nama salah seorang raja yang pernah berkuasa di Malayapura yaitu Adityawarman dengan masa pemerintahan antara 1347-1375. Adityawarman  merupakan seorang Raja besar yang pernah berkuasa di Minangkabau, sezaman  dengan Kerajaan Majapahit pada masa Patih Gajah Mada.

Aktivitas
Di museum ini, Anda bisa belajar mengenai sistem kekerabatan yang  unik dari Minangkabau. Berbeda dari daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau menggunakan sistem matrilineal. Sehingga, bisa dikatakan peran wanita di Minangkabau ini lebih tinggi dibandingkan pria.

Kesenian banyak ditampilkan dalam upacara-upacara adat, salah satunya  adalah upacara pernikahan. Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan pernikahan adat Minang. Tentu saja ruangan ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh pengunjung.

Lokasi
Museum Adityawarman terletak di Jalan Diponegoro No. 10, kecamatan Padang Barat, Kota Padang - Sumatra Barat.