Tampilkan postingan dengan label Nias. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nias. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias

Museum Pusaka Nias merupakan sarana untuk melestarikan nilai-nilai kebudayaan Nias. Museum Pusaka Nias dikelola oleh Persaudaraan Kapusin Provinsi Sibolga. Museum seluas 2 hektar tersebut dapat dikatakan juga pusat rekreasi di Kota Gunungsitoli. Saat hari libur pengunjungnya bisa mencapai 1500 orang.

Museum Pusaka Nias yang dibangun Yayasan Pusaka Nias tahun 1995 tidak lepas dari jasa seorang pastor bernama Johannes M. Hammerle. Ia merupakan warga asal Jerman yang sudah menetap di Nias selama 40 tahun dan sekarang masih menjabat  sebagai direktur museum. Pastor Johannes telah berjasa mengumpulkan benda koleksi budaya Nias dari desa-desa di pedalaman pulau tersebut, koleksi benda bersejarah masyarakat nias berjumlah 6.500 koleksi.

Aktivitas
Di sini Anda dapat melihat langsung beragam koleksi berharga budaya Nias, diantaranya adalah: alat rumah tangga, alat musik tradisional, perhiasan, dan patung-patung. Benda-benda koleksi yang dipamerkan tersebut dilengkapi keterangan (Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris) untuk mengetahui sejarah, makna, dan fungsinya. Perawatan benda koleksi museum ini terbilang baik dan beberapa koleksi menggunakan obat pengawet khusus agar tidak lekas rusak.

Koleksi Museum

Bukan hanya menikmati warisan budaya megalit di museum ini karena selepasnya Anda dapat berkeliling untuk mengunjungi obyek wisata tepi pantai, koleksi binatang langka, koleksi tanaman khas Nias, balai pertemuan dan beberapa rumah adat. Semuanya dapat Anda lalukan dengan berjalan kaki.

Lokasi
Anda dapat menemui Museum Pusaka Nias di Jalan Yos Sudarso No. 134-A Gunungsitoli, Nias, Sumatera Utara.
Website : http://www.museum.pusaka-nias.org/

Kamis, 17 April 2014

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake

Pantai Lagundri dan Pantai Sorake bukan hanya memiliki landskap panorama yang indah tetapi juga tersohor sebagai lokasi selancar (surfing) bertaraf internasional. Ketenaran kedua pantai tersebut kini disandingkan dengan deburan ombak menantang di Hawaii.

Salah satu yang membuat ombak di Lagundri ini ideal bagi selancar adalah karena lokasinya berhadapan dengan Samudera Indonesia dan juga merupakan tempat bertemunya teluk sehingga ombak akan mengalir  besar.

Pantai Lagundri sudah beberapa kali menjadi lokasi lomba selancar baik nasional maupun internasional. Nias Open adalah salah satu kejuaraan yang rutin  diselenggarakan dimana ratusan peselancar mancanegara terutama dari Australia begitu mendominasi lautannya.

Aktivitas
Apabila Anda belum berminat dengan olahraga selancar maka menyaksikan peselancar beraksi akan sangat mengasyikan. Biasanya lomba surfing digelar antara Juni hingga Juli dimana lokasi ini ramai dikunjungi wisatawan mancanegara.

Waktu terbaik untuk berselancar bagi pemula adalah pagi hari. Itu karena pagi hari ombaknya belum terlalu tinggi sehingga Anda tidak perlu mengayuh terlalu kuat untuk mendorong badan ke tengah laut. Apabila Anda ingin mencari ombak besar maka melautlah saat siang atau menjelang sore mengingat saat itu angin sudah makin kencang dan ombak pun semakin besar.

Umumnya kebanyakan wisatawan yang datang ke sini menghabiskan waktu mereka di laut. Mereka dengan sabar menantikan anginnya yang besar untuk membingkiskan gulungan ombak yang tinggi dan panjang.

Lokasi
Pantai Sorake terletak di Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, Jarak antara Pantai Sorake dan Pantai Lagundri sekitar 2 km.

Pulau Nias

Pulau Nias

Pulau Nias merupakan sebuah pulau yang terletak di sebelah barat pulau Sumatera, Indonesia. Pulau ini dihuni oleh mayoritas suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Daerah ini merupakan obyek wisata yang penting seperti berselancar (surfing), rumah adat tradisional, penyelaman dan fahombo (lompat batu).

Nias terkenal di dunia dengan budaya batu dan selancarnya. Salah satu yang tersohor dari atraksi budaya batu ini adalah lompat batu, yaitu pemuda lokal setempat melompati sebuah dinding batu setinggi 2 meter. Sebagai lokasi selancar dunia, Pulau Nias sebanding dengan Hawaii dengan kepemilikan ombak besar yang memikat penghobinya.

Aktivitas
Kebudayaan masyarakat Nias yang nampak misterius justru akan menarik untuk Anda kenali. Beragam jejak budaya megalitikum kuno dan arsitektur tradisional di pulau ini telah memikat banyak peneliti budaya sekaligus menjadi daya tarik pariwisata.

Cobalah berjalan-jalan di desa-desa sekitar Pulau Nias untuk melihat rumah dengan arsitektur unik yang telah dibangun sejak berabad-abad. Rumah ini tahan gempa dan dibangun dengan pilar-pilar yang bertumpu pada bongkahan-bongkahan batu. Pilar-pilar itu dibangun dengan tumpukan-tumpukan batu yang miring sehingga menciptakan struktur 3 dimensi yang kuat.

lompat batu

Ada alasan mengapa para peselancar mancanegara menyebut Nias sebagai  ‘surga selancar di Bumi’. Hal itu karena ombak di tempat ini begitu spektakuler dibonusi pantai berpasir indah berwarna merah keputihan. Peselancar yang sudah berpengalaman akan berkerumun untuk bertarung memecah ombak besar di Pantai Lagundri. Di sini pemandangan pantainya juga begitu menakjubkan. Matahari terbenam pelan-pelan seolah jatuh ke dalam laut dengan warna merah kekuningan yang memukau.

Selancar
Lokasi
Pulau Nias terletak di Samudera Hindia sebelah Barat Pulau Sumatera. Lokasi persis Pulau Nias berada sekitar 125 km dari pantai barat Sumatera.

Dari kota Medan Anda harus melalui jalur udara dengan penerbangan Merpati dan SMAC. Setiap harinya setidaknya ada dua penerbangan, pagi dan siang. Tarifnya berkisar Rp500.000,-.  Pesawat akan mendarat di Bandara Binaka, Gunung Sitoli.