Sabtu, 03 Mei 2014

Istana Maimun

Istana Maimun

Istana Maimun merupakan peninggalan Kerajaan Deli, didirikan oleh Sultan Maimun Al Rasyid Perkasa Alamsyah yang merupakan keturunan raja ke-9 Kesultanan Deli. Istana ini dibangun pada 26 Agustus 1888 dan baru diresmikan pada 18 Mei 1891. Istana Maimun menjadi tujuan wisata bukan hanya karena usianya yang tua, namun juga desain interior nya yang unik, memadukan unsur-unsur warisan kebudayaan Melayu, dengan gaya Islam, Spanyol, India dan Italia, namun sayang keadaanya kurang terurus sekarang.

Aktivitas
Pertama kali Anda memasuki halaman depannya maka suasana tenang langsung menyergap kepala. Atapnya yang menjulang setinggi 5-8 meter membuat suhu ruangan didalamnya terasa sangat nyaman. Telusurilah keindahan dan kemegahan Istana Maimun dari balik dindingnya yang kokoh dan puluhan kamar yang tersebar di dua lantai. Menerawanglah pada kemegahan lampu kristal khas Eropa, kursi, meja maupun lemari hingga puluhan koleksi istananya.

kemegahan Istana Maimun

Selain diberi kesempatan untuk melihat langsung istana beserta isinya, Anda juga diberikan cerita sejarah singkat tentang Istana Maimun dan Kesultanan Deli oleh pemandu yang ada di istana. Berlama-lama berada di dalam Istana Maimun sungguh tidak membosankan. Menikmati desain interior yang didominasi warna kuning, warna khas Melayu, dan perabotan peninggalan Kesultanan Deli yang unik dan langka.

Lokasi
Istana ini berlokasi di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Medan. Dari Bandara Internasional Polonia Istana Maimun berjarak sekitar 10 km. Anda juga dapat mencapainya dari Pelabuhan Belawan sekitar 28 km atau sekitar 30 menit hingga satu jam. Berikutnya Anda bisa menggunakan kendaraan.

Museum Timah

Museum Timah

Museum Timah merupakan museum pertama di Indonesia yang isinya sarat dengan rekam jejak sejarah pertimahan di Bangka Belitung, museum ini berdiri pada tahun 1958, ketika ditemukan berbagai peralatan tambang timah tradisional yang pernah digunakan. Meskipun begitu, museum ini baru benar-benar diresmikan dan dibuka untuk umum pada 2 Agustus 1997.

Sebelum dijadikan museum, tempat ini semula adalah tempat tinggal karyawan perusahaan BTW (Banka Tin Winning). Museum ini menjadi tempat perundingan pemimpin-peminpin RI dengan Belanda sebelum perundingan Roem-Royen dilangsungkan.

Aktivitas
Di museum ini, pengunjung dapat melihat berbagai koleksi kuno yang berasal dari zaman dulu. Selain bebatuan yang merupakan hasil dari pertambangan PT. Timah, di sinipun dapat melihat berbagai artefak keramik yang berasal dari peradaban Tiongkok, termasuk pakaian adat yang digunakan dan uang-uang kuno.

Di dalam museum, pengunjung dapat mengetahui sejarah penambangan timah di Bangka yang dimulai sejak abad ke-17 pada masa Kesultanan Palembang. Selain itu, sejarah penambangan timah pada zaman kolonial Belanda juga terpampang di museum ini hingga akhirnya setelah Indonesia merdeka, tambang-tambang timah milik pihak swasta Hindia Belanda diubah statusnya menjadi milik Pemerintah Indonesia.

Lokasi
Museum Timah terletak di Jalan Ahmad Yani No. 179, Pangkalpinang.

Pantai Rambak

Pantai Rambak

Pantai Rambak merupakan salah satu pantai yang indah di pulau bangka, Pantai Rambak menawarkan hamparan pasir putih yang lebar. Di beberapa sudut pantai, menjulang beberapa batuan raksasa yang cocok dijadikan spot foto pagi hari. Sunrise begitu memesona di tempat ini bila disaksikan dari tepi pantainya. Pantulan cahaya pagi di balik pantai menghasilkan bentangan biru langit yang sempurna.

Aktivitas
Keindahan pantai di Bangka-Belitung tidak ada habisnya. Suasananya yang masih sepi, cocok untuk menenangkan diri di akhir pekan. Bagi Anda yang suka berfoto bawalah sebuah kamera digital untuk berfoto bersama orang yang Anda sayangi.

Pagi hari adalah waktu dimana Anda akan mendapatkan golden hour untuk mengabadikan cahaya Matahari yang warnanya indah memancar merah kekuningan. Langit dengan awan yang spektakuler di tempat ini juga pastinya akan mencengangkan pengunjungnya. Tidak perlu seorang fotografer handal untuk menangkap moment seperti sunrise di Pantai Rambak. Semua orang akan mendapatkan hasil yang tak jauh berbeda bila waktunya tepat.

Lokasi
Pantai Rambak hanya berjarak sekitar 15 menit perjalanan berkendaraan dari kota Sungailiat.

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas merupakan satu dari ratusan pulau yang mengelilingi Pulau Belitung. Daya tarik utama di pulau ini adalah sebuah mercusuar tua yang dibangun oleh pemerintah Kolonial Belanda pada tahun 1882. Hingga saat ini, mercusuar tersebut masih berfungsi dengan baik sebagai penuntun lalu lintas kapal yang melewati atau keluar masuk Pulau Belitung.

Sebelum menjadi salah satu tujuan wisata di Bangka Belitung, pulau ini hanya dihuni oleh beberapa orang saja yang biasanya bertugas menjaga mercusuar. Pada 2008, film "Laskar Pelangi" mengambil setting di Bangka Belitung tetapi Pulau Lengkuas tidak menjadi bagiannya namun  tak luput dari perhatian hingga kini selalu dipadati pengunjung atau wisatawan.

Aktivitas
Nuansa eksotis sebuah pantai berpasir putih yang menghadap birunya samudera dihiasi batuan granit raksasa aneka bentuk. Keistimewaan lain pulau ini yang tak banyak ditemukan di tempat lain adalah keberadaan mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun tahun 1882. Hingga kini, mercusuar tersebut masih berfungsi sebagai penuntun lalu lintas kapal laut yang lewat maupun keluar masuk Pulau Belitung.

Selain dapat menikmati kecantikan alam tropis sambil rileks di tepian pantainya, pulau kecil ini menawarkan daya tarik lain yang tak boleh dilewatkan. Banyak kegiatan menyenangkan dapat dilakukan di sini. Membawa keluarga datang ke pulau ini untuk piknik di akhir pekan akan menjadi kegiatan mengasyikkan.

Lokasi
Pulau Lengkuas Berada di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Bangka Belitung

Jumat, 02 Mei 2014

Gunung Menumbing

Gunung Menumbing

Gunung Menumbing adalah gunung yang cukup tinggi di sekitar daerah Mentok (Barat Laut Bangka) berdiri sebagai memorial sejarah bangsa Indonesia. Di lokasi gunung berketinggian 800 mdpl ini terdapat kamar presiden RI pertama Ir. Soekarno yang pernah di asingkan di Pulau Bangka.

Aktivitas
Di puncak Gunung Menumbing ini terdapat Bangunan Tua yang merupakan peninggalan sejarah. Untuk masuk ke dalam bangunan anda dipungut biaya sebesar Rp.2.500/orang. Di dalam bangunan tua tersebut pengunjung bisa melihat mobil VW (Volks Wagon) tua yang dikendarai Soekarno untuk berkeliling Mentok yang hanya tinggal body (kerangka) saja sedangkan mesinnya udah hilang.

Mobil VW (Volks Wagon)
Selain itu juga terdapat tempat tidur sebanyak 2 buah yang didalamnya dilengkapi kamar mandi, 2 buah kursi santai, 1 buah lemari pakaian dan sebagainya. Di luar kamar terdapat ruangan tempat Bung Karno menulis dan membaca.

Lokasi
Gunung Menumbing terletak di Kecamatan Mentok, sekitar 30 km dari Kota Mentok. Untuk menuju lokasi ini anda harus melapor lebih dulu di Pos 1 (Pintu Masuk) apalagi jika anda membawa mobil. Hal ini dikarenakan jalan yang sempit karena hanya bisa dilewati oleh satu kendaraan saja. Dengan mengendarai mobil atau sepeda motor maka waktu yang dibutuhkan untuk mencapai lokasi pengasingan Ir.H Soekarno sekitar 15 menit.

Pantai Parai Tenggiri

Pantai Parai Tenggiri

Parai Tenggiri merupakan pantai paling populer dan eksklusif di Bangka Belitung. Pantainya cukup landai dan memiliki ombak yang lembut. Di pantai ini fasilitas yang tersedia antara lain hotel, outbound serta permainan olah raga air. 

Aktivitas
Di Pantai Parai Tenggiri Anda dapat melihat batu-batu granit yang besar beragam bentuk unik yang tidak dapat dijumpai di daerah lain. Bebatuan karang inilah yang membuat pemandangan di pantai ini menjadi lebih istimewa dan kerap kali mengundang decak kagum para pengunjung. Dari atas batu-batu karang, pengunjung dapat duduk santai untuk menikmati keindahan Laut Cina Selatan yang teduh dan berombak kecil.

Pada malam hari, pengunjung dapat dengan leluasa menikmati suasana malam di pinggir pantai yang diwarnai cahaya dari kapal-kapal yang tengah berlayar sambil tidak lupa menikmati ubi goreng keju, pisang goreng keju, kolak labu merah, ataupun minuman hangat yang bisa dibeli di restoran terdekat.

Lokasi
Pantai Parai Tenggiri terletak di daerah Matras Sungailiat, sekitar 40 km dari Bandara Depati Amir, Pangkalpinang. Desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung.

Pantai Matras

Pantai Matras

Pantai Matras merupakan pantai yang amat indah dan landai. Keistimewaan pantai matras adalah pada pasir putihnya yang halus, nyiur angin yang melambai-lambai dan aliran sungai alami. Keistimewaan lain, lokasinya yang nyaman dan tenang akan memberikan keleluasaan bagi Anda untuk menyantap makanan sambil bersandar di bebatuan alam dan menikmati keindahan suasana pantai. Di kawasan Pantai Matras juga telah dibangun banyak tempat peristirahatan berupa bungalow sederhana yang nyaman.

Aktivitas
Hamparan pasir pantai ini menyatu dengan bebatuan indah di sekitarnya seperti mutiara yang terbentang di depan mata. Pantai Matras terdiri dari pasir putih yang halus dengan panjang sekitar 3 km, dengan lebar 20 sampai 30 meter, pantai yang dilatar-belakangi oleh pepohonan kelapa ini menampilkan pula laut yang bening dan pemandangan indah serta aliran sungai yang alami sehingga acapkali disebut sebagai Pantai Surga.

Jika Anda ingin berkeliling untuk menikmati suasana sekitar pantai ini, disarankan agar Anda berjalan kaki saja  dan untuk mengelilingi pantai, Anda bisa menyewa perahu nelayan setempat.

Lokasi
Pantai Matras terletak di desa Sinar Baru, Kecamatan Sungailiat, disebelah Timur Laut Pulau Bangka dan berjarak sekitar 40 km dari Pangkalpinang atau 7 km dari Kota Sungailiat.