Senin, 14 Juli 2014

Situs Megalitik Gunung Padang

Situs Megalitik Gunung Padang

Situs Gunung Padang merupakan situs peninggalan prasejarah zaman batu megalitik terbesar di Asia Tenggara dengan luas bangunan purbakalanya mencapai 900 m² dan areal situs nya sekitar 3 Ha. Tepat di puncak gunung ini, banyak bebatuan berserakan dengan denah mengkerucut dalam 5 teras, diperkirakan bebatuan tersebut berusia pada tahun 4000-9000 SM (Sebelum Masehi).

Situs megalitik ini sendiri berasal dari masa di tahun 2500 - 4000 SM. Ini berarti bangunan di situs ini telah ada sekitar 2.800 tahun sebelum dibangunnya Candi Borobudur di Jawa tengah. Bahkan, usia situs megalitik ini lebih tua dari Machu Picchu di atas lembah Urubamba, di Peru. Diperkirakan Situs megalitik Gunung Padang ini sezaman dengan bangunan pertama Piramida di Mesir.

Aktivitas
Bulatkan tekad Anda untuk mengunjungi Situs Megalitik Gunung Padang yang menjadi sebuah warisan peradaban Indonesia yang menakjubkan. Jangan kalah dengan para wisatawan asing yang terkagum-kagum melihat situs yang luar biasa ini. Anda dapat melihat langit indah malam hari di bawah riuhnya jutaan bintang tepat di tengah Galaksi Bima Sakti yang dikawal rasi Serpens dan Aquila yang mewakili dunia bawah dan atas.

Situs megalitik ini dikelilingi oleh lembah-lembah yang sangat dalam. Kawasan yang memanjang dan menutupi permukaan sebuah bukit yang dibatasi oleh jajaran batu andesit besar berbentuk persegi. Di puncak gunung ini Anda dapat melihat pemandangan yang indah dan hamparan beberapa gunung, yaitu Gunung Gede, Gunung pasir Gombong, Gunung Pasir Pogor, Gunung Pangrango, dan Gunung Pasir Domas.

Situs Megalitik Gunung Padang ini sebenarnya bukan satu-satunya kompleks tradisi megalitik di Cianjur. Masih ada peninggalan tradisi megalitik di sekitar Kabupaten Cianjur yaitu di Ciranjang, Pacet, Cikalong Wetan, dan Cibeber.

Reff: wonderful indonesia

Lokasi
Situs Gunung Padang terletak di perbatasan Dusun Gunung padang dan Panggulan,Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur. Lokasi tesebut dapat Anda capai 20 kilometer dari persimpangan kota dan kecamatan Warung Kondang, dijalan antara Kota Kabupaten Cianjur dan Sukabumi.

Rabu, 09 Juli 2014

Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas

Kebun Raya Cibodas merupakan kebun botani yang dikhususkan bagi konservasi tumbuhan dataran tinggi basah tropika, seperti berbagai tumbuhan runjung, paku-pakuan dan pohon tusam. Kebun ini didirikan pada tahun1852 oleh Johannes Elias Teijsman sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor pada lokasi di kaki Gunung Gede.

Luas Kebun Raya Cibodas adalah sekitar 125 hektar dengan topografi bergelombang dan berbukit-bukit di atas ketinggian 1.275 meter permukaan laut dengan suhu udara 17-27 °C. Kondisi tersebut membuatnya berudara sejuk dan ideal sebagai tempat bagi tumbuhan dataran tinggi basah. Sebuah prestasi besar bagi Kebun Raya Cibodas adalah pada tahun 1977 UNESCO menetapkan Kebun ini sebagai satu dari enam cagar biosfer yang ada di Indonesia selain Taman Nasional Gunung Leuser, Lore Lindu, Siberut, Tanjung Puting, dan Taman Nasional Komodo.

Aktivitas
Kebun Raya Cibodas selalu ramai dikunjungi banyak orang hingga jutaan pengunjung setiap tahunnya, mereka adalah pengunjung mancanegara maupun domestik dari Jakarta, Bogor, Bandung dan kota lainnya. Banyak kegiatan dan aktivitas yang dapat Anda lakukan di sini diantaranya adalah sebagai tempat untuk penelitian flora dataran tinggi basah, studi ekologi, keragaman komunitas vegetasi, inventarisasi tanaman berkhasiat obat dan masih banyak lagi.

Berbagai fasilitas sudah tersedia di kawasan Kebun Raya Cibodas, mulai dari lapangan parkir yang luas untuk menampung ratusan kendaraan roda dua maupun roda empat, ruang informasi yang dilengkapi dokumentasi Wahana Wisata Cibodas, Areal tempat bermain anak-anak, tempat ibadah mushola, teater alam terbuka, dan camping ground seluas 3 hektar yang dapat menampung hingga 200 tenda.

Kebun Raya Cibodas dimaksudkan sebagai tempat koleksi exsitu (diluar habitat) bagi tumbuh-tumbuhan tropis basah dataran tinggi. Sampai saat ini koleksi Kebun Raya Cibodas dihuni lebih dari  320 jenis tanaman anggrek, 289 jenis tanaman kaktus, 22 jenis koleksi tanaman sukulen, dan 103 jenis paku-pakuan, semuanya meliputi 1.162 jenis koleksi kebun.

Lokasi
Untuk mencapai Kebun Raya Cibodas, dari Cipanas melewati Simpang Tiga Paregrejen sejauh 5km. Dari Jakarta, Bandung dan Bogor dapat menggunakan kendaraan roda dua dan empat, bus besar dapat masuk ke dalam kawasan kebun ini. Bila Anda menggunakan bus atau colt turunlah di pertigaan Cibodas, langsung menggunakan angkutan umum rute Cipanas-Rarahan, sampai di Balai Taman Nasional Gede - Pangrango, selanjutnya Anda tinggal berjalan kaki menuju Kebun Raya Cibodas.

Selasa, 08 Juli 2014

Pasar Baru Bandung

Pasar Baru Bandung
 
Pasar baru adalah pasar modern tertua di bandung yang di bangun pada tahun 1884, pasar ini merupakan salah satu pusat perbelanjaan di kota Bandung yang menjual berbagai macam sandang dengan harga yang terjangkau serta berkualitas baik.
 
Sebagian besar orang Bandung mengatakan Anda belum ke Bandung jika belum berkunjung ke Pasar Baru Bandung. Pasar ini hampir setiap harinya di padati oleh pengunjung yang berbelanja dan akan bertambah jumlahnya menjelang Hari Raya Idul fitri. Hingga saat ini Bandung lekat sebagai surga berbelanja dengan keberadaan factory outlet dan mengukuhkan namanya dengan julukan Paris van Java.
 
Aktivitas
Di Pasar ini Anda dapat berbelanja beragam jenis sandang pakaian dan kain mulai dari kualitas yang biasa hingga yang berkualitas tinggi. Jika beruntung Anda bisa berbelanja dengan harga yang miring untuk memperoleh barang yang cukup bagus. Beragam jenis sandang untuk semua usia mulai dari aneka pakaian jadi, kebaya, baju batik, kain batik, bed cover, baju Muslim, jilbab, serta beragam jenis assesoris lainnya. Termasuk di pasar ini adalah pakaian, sepatu dan tas
 
Ada banyak sejarah yang menarik untuk Anda telusuri di sekitar Pasar Baru ini. Sekitarannya tersebar banyak sisa bangunan tua yang menjadi saksi perkembangan Pasar Baru meski bangunannya kurang terawat pemiliknya sebagai tempat tinggal maupun toko.

Akan tetapi, apabila Anda jeli maka dapat menemukan sebuah keunikan di kawasan ini. Salah satunya adalah dengan melihat tanda tahun pendirian rumah, sebuah plakat nama pemilik rumah, ataupun bentuk bangunannya yang memiliki gaya campuran antara khas Eropa, Tionghoa dan Islami.
 
Lokasi
Pasar Baru Bandung terletak di Jalan Otto Iskandar Dinata, Bandung.

Senin, 07 Juli 2014

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung

Museum Geologi Bandung merupakan museum yang berisi materi-materi geologi yang berlimpah, seperti fosil, batuan dan mineral. Kesemuanya itu dikumpulkan selama kerja lapangan di Indonesia sejak tahun 1850. Museum ini didirikan pada tanggal 16 Mei 1928 dan diresmikan di tahun 1929 oleh pemerintah Hindia Belanda. Selanjutnya museum ini di renovasi melalui dana bantuan JICA (Japan International Cooperation Agency).

Pada awalnya Museum Geologi Bandung berfungsi sebagai laboratorium dan tempat penyimpanan hasil penelitian geologi dan pertambangan dari berbagai wilayah di Indonesia. Berikutnya berkembang menjadi sarana pendidikan, sarana penelitian, penyedia berbagai informasi tentang ilmu kebumian, sekaligus menjadi objek pariwisata.

Kini museum ini mengalami pergeseran fungsi sesuai dengan perkembangan zaman dimana menjadi tempat pendidikan luar sekolah untuk mempelajari ilmu bumi dan pelestarian nya. Di museum ini juga menjadi tempat untuk melakukan kajian awal sebelum penelitian di lapangan. Jadi, Museum Geologi Bandung berperan sebagai pusat informasi ilmu kebumian sekaligus menggambarkan geologi bumi di Indonesia dalam bentuk kumpulan dari peraga.

Museum Geologi Bandung

Aktivitas
Sebagai objek geologi pariwisata yang menarik, di sini Anda dapat berkeliling dan melihat beberapa ruang pamernya yang meliputi 2 lantai, yaitu:

Pada lantai pertama, terbagi menjadi 3 ruang utama : Ruang orientasi di bagian tengah yang berisi peta geografi Indonesia dalam bentuk relief layar lebar yang menayangkan kegiatan geologi dan museum dalam bentuk animasi yang menarik, bilik pelayanan informasi museum serta bilik pelayanan pendidikan dan penelitian. Sementara, Ruang Sayap Barat, dikenal sebagai Ruang Geologi Indonesia, yang terdiri dari beberapa bilik yang menyajikan informasi tentang :
  • Hipotesis terjadinya bumi didalam sistem tata surya.
  • Tatanan tektonik regional yang membentuk geologi Indonesia, diwujudkan dalam bentuk maket model gerakan lempeng-lempeng kulit bumi yang aktif.
  • Keadaan geologi Sumatra, Jawa, Sulawesi, Maluku dan Nusa Tenggara serta Irian Jaya.
  • Fosil-fosil dan sejarah manusia menurut evolusi Darwin juga terdapat di sini.
Ruang Sayap Timur yaitu Ruangan yang mengambarkan sejarah pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup, dari primitif hingga masa modern, yang mendiami planet bumi ini dikenal sebagai ruang sejarah kehidupan manusia.

Pada lantai kedua, juga terbagi menjadi 3 ruangan utama: Ruang barat yang dipakai oleh staf museum, Sementara ruang tengah dan ruang timur digunakan untuk peragaan dikenal sebagai ruang geologi untuk kehidupan manusia. Di dalam Ruang Tengah Berisi maket pertambangan emas terbesar di dunia, yang terletak di Pegunungan Tengah Irian Jaya. dan di Ruang Timur Terbagi menjadi 7 ruangan kecil, yang kesemuanya memberikan informasi tentang aspek positif dan negatif tataan geologi bagi kehidupan manusia, khususnya di Indonesia.

Lokasi
Museum  Geologi terletak di Jl. Diponegoro No. 57 Cihaur Geulis Neglasari, Bandung, Jawa Barat.

Minggu, 06 Juli 2014

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok

Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok - adalah sebuah masjid yang dibangun di tepi jalan Raya Depok, masjid ini mulai dibangun sejak tahun 2001 dan selesai sekitar akhir tahun 2006 oleh Hj. Dian Djuriah Maimun Al Rasyid, seorang pengusaha asal Banten. selain sebagai tempat ibadah shalat bagi umat muslim, kompleks masjid ini juga menjadi kawasan pariwisata keluarga yang menarik perhatian banyak orang karena kubahnya yang terbuat dari emas. 

Bangunan Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri menempati area seluas 60 x 120 meter atau sekitar 8000meter persegi. Masjid ini dapat menampung sekitar kurang lebih 15ribu jemaah untuk pelaksanaan ibadah sholat dan 20 ribu jemaah untuk pelaksanaan majelis taqlim. Kawasan masjid ini sering disebut sebagai kawasan masjid yang termegah di Asia Tenggara.

Aktivitas
Di Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok Anda dapat beribadah sekaligus berwisata. Kemegahan masjid ini akan membuat Anda betah untuk berlama-lama menikmatinya sambil beribadah, terutama tentunya anda dapat menghabiskan waktu dengan ibadah sholat, tadarus, berzikir, atau mengkaji agama Islam lebih dalam.

Anda dapat melihat keindahan masjid ini dengan mengamati 5 buah kubah masjid yaitu satu kubah utama dan empat kubah berukuran kecil, jumlah 5 berlambang  rukun Islam. Masjid ini memiliki kubah yang dilapisi emas setebal 2-3 mm ditambah dengan mozaik kristal. Bentuk kubah utama menyerupai kubah Taj Mahal di india.

Kubah tersebut memiliki diameter bawah 16meter, tengah 20meter dan tinggi 25 meter. Sementara empat kubah kecil lainnya berdiameter bawah 6 meter, tengah 7meter, dan tinggi 8 meter. Selain itu di dalam masjid ini juga terdapat sebuah lampu gantung yang didatangkan langsung dari Italia seberat 8 ton. Lampu tersebut mirip dengan lampu di Masjid Sultan Oman. Di belakang lampu indah tersebut, langit-langit kubah dapat berganti warna setiap waktu sholat tiba. Saat Anda melihat ke atas menatapnya maka sangat indah terlihat berwarna warni.

Anda dapat mengunjungi Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Depok yang buka setiap hari untuk umum pukul 04.00 sampai 06.00 WIB dan pada pukul 10.00 sampai 20.00 WIB. Pada hari Kamis, masjid ini ditutup untuk persiapan ibadah sholat Jumat.

Lokasi
Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri terletak di tepi jalan Raya Meruyung, Limo, Depok, Kecamatan Limo, Depok.

Rabu, 02 Juli 2014

Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng

Pantai Ujung Genteng merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di bagian selatan Jawa Barat, dengan panjang garis pantai sekitar 16km mengarah ke Barat menjadikan Pantai Ujung Genteng sebagai tempat wisata yang indah sepanjang pesisir pantai selatan. Keindahannya tak kalah menarik dengan Pantai Pelabuhan Ratu yang lebih terkenal dahulu.

Pada masa kolonial belanda, Ujung Genteng adalah dermaga bagi kapal-kapal Belanda yang berlayar di Samudera Hindia. Ketika itu Jepang masih berkuasa da memanfaatkan pantai ini untuk mengangkut hasil alam di Sukabumi. Kini yang tersisa hanya puing-puing nya saja. Serta tembok kokoh pemecah ombak dan pondasi mercusuar yang masih bisa Anda lihat.

Aktivitas
Di Pantai Ujung Genteng Anda akan menikmati jernihnya air laut dan pantai yang indah. Di pantai ini juga Anda dapat ikut bersama nelayan untuk menangkap udang dan lobster. Walaupun menghadap ke Samudera Hindia namun ombaknya yang besar tidak membahayakan karena lebih dulu pecah berserakan terhalang oleh gugusan karang laut di depan bibir pantai. Tempat ini akan memanjakan Anda dengan suasana alam pantai yang indah, aman, dan nyaman.

Ujung Genteng juga memiliki objek wisata proses pembuatan gula kelapa oleh penduduk setempat. Pembuatan gula kelapa yang sederhana dengan memasang bokor untuk menampung cairan dari kembang kelapa lalu di kumpulkan dan dimasak di panci lalu dicetak dengan potongan bambu yang ukurannya lebih besar dari ukuran gula kelapa yang ada pada umumnya.

Kunjungi juga Cibuaya yaitu tempat untuk berendam dan berenang. Bentuknya berupa cekungan pantai dengan kedalaman bervariasi sekitar 0,5 meter hingga 6 meter. Anda akan dapati di dalamnya terumbu karang yang indah dan menikmati matahari terbit dari balik hutan Cikepuh dan terbenam di ujung samudera. Selain itu di Muara Cipanarikan ada butiran pasir yang halus untuk arena bermain anak-anak.

Lokasi
Pantai Ujung Genteng terletak di wilayah Pantai Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi dengan jarak sekitar 220km dari kota Jakarta dan 230km dari Bandung atau 120km dari Sukabumi.

Selasa, 01 Juli 2014

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati

Makam Sunan Gunung Jati merupakan wisata religi dan berziarah ke tempat salah satu orang penyebar agama islam di jawa yang dikenal dengan sebutan Sanga, Kehidupannya selain sebagai pemimpin spriritual, mubaligh, sufi dan da'i pada jamannya juga dikenal sebagai pemimpin rakyat karena beliau menjadi raja di Kasultanan pertama Cirebon yang semula bernama keraton pakungwati.

Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah, lahir pada 1450 M, ada juga yang mengatakan beliau lahir 1448 M. Sunan Gunung Jati adalah salah satu dari ulama besar di Indonesia dan termasuk salah satu dari Walisongo di Pulau Jawa. Ia dianggap sebagai ulama utama yang menyebarkan Agama Islam di Jawa Barat, beliau wafat di tahun 1568 pada usia ke 120 tahun. Peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan keluarganya ini dikenal dengan nama Wukir Sapta Rengga. 

Kompleks Makam ini terdiri dari sembilan tingkat,  pada tingkat kesembilan inilah Sunan Gunung Jati dimakamkan. Sedangkan tingkat kedelapan ke bawah adalah makam bagi keluarga dan para keturunannya, baik keturunan yang dari Kraton Kanoman maupun keturunan dari Kraton Kasepuhan.

Aktivitas
Memasuki kompleks pemakaman Sunan Gunung Jati, pengunjung akan melihat Balemangu Majapahit yang berbentuk bale-bale berundak yang merupakan hadiah dari Demak sewaktu pernikahan Sunan Gunung Djati dengan Nyi Mas Tepasari, putri dari Ki Ageng Tepasan, salah seorang pembesar di kerajaan Majapahit.

Makam Sunan Gunung Jati terletak di bukit Gunung Sembung hanya boleh dimasuki oleh keluarga Keraton sebagai keturunannya selain petugas yang merawat sebagai Juru Kunci-nya. Selain dari orang-orang yang disebutkan itu tidak ada yang diperkenankan untuk memasuki makam Sunan Gunung Jati. Salah satu alasannya adalah begitu banyaknya koleksi benda-benda berharga yang perlu dijaga seperti keramik-keramik dan benda-benda porselen lainnya yang menempel ditembok-tembok dan guci-guci yang dipajang sepanjang jalan makam ini. Sehingga dikhawatirkan apabila pengunjung bebas keluar-masuk seperti pada makam-makam wali lainnya maka barang-barang tersebut ada kemungkinan akan hilang atau rusak.

Peziarah umum diharuskan untuk masuk melalui gapura sebelah timur dan langsung masuk ke pintu serambi melewati juru kunci yang bertugas. Setelah diizinkan maka peziarah umum dapat menuju ke pintu barat yaitu ruang depan Pintu Pasujudan. Aroma dupa sudah tercium saat Anda menapaki pintu gerbangnya. Sebelumnya Anda diwajibkan untuk melepas alas kaki dan mengisi buku tamu serta memberi sumbangan secara sukarela kepada pengurus makam.

Reff: Wonderful indonesia

Lokasi
Untuk mengunjungi Makam Sunan Gunung Jati, lokasinya tidak jauh dari kota Cirebon. Berada di kompleks makam Astana Gunung Jati, yang terletak di Desa Astana, Kecamatan Cirebon Utara, tepatnya di pinggir jalan raya Cirebon – Indramayu. Dari kota Cirebon berjarak sekitar 5 km atau 10menit.