Selasa, 23 Juli 2013

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman merupakan museum yang berfungsi sebagai tempat  menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah seperti cagar budaya  Minangkabau, cagar budaya Mentawai dan cagar budaya Nusantara. Museum ini menggunakan nama salah seorang raja yang pernah berkuasa di Malayapura yaitu Adityawarman dengan masa pemerintahan antara 1347-1375. Adityawarman  merupakan seorang Raja besar yang pernah berkuasa di Minangkabau, sezaman  dengan Kerajaan Majapahit pada masa Patih Gajah Mada.

Aktivitas
Di museum ini, Anda bisa belajar mengenai sistem kekerabatan yang  unik dari Minangkabau. Berbeda dari daerah lainnya di Indonesia yang pada umumnya memegang sistem kekerabatan patrilineal, Minangkabau menggunakan sistem matrilineal. Sehingga, bisa dikatakan peran wanita di Minangkabau ini lebih tinggi dibandingkan pria.

Kesenian banyak ditampilkan dalam upacara-upacara adat, salah satunya  adalah upacara pernikahan. Di salah satu sudut museum terdapat ruang peragaan pelaminan pernikahan adat Minang. Tentu saja ruangan ini menjadi salah satu yang paling diminati oleh pengunjung.

Lokasi
Museum Adityawarman terletak di Jalan Diponegoro No. 10, kecamatan Padang Barat, Kota Padang - Sumatra Barat.

Bunker Lubang Jepang

Bunker Lubang Jepang

Lubang Jepang merupakan salah sebuah terowongan (bunker) perlindungan yang dibangun tentara pendudukan Jepang sekitar tahun 1942 untuk kepentingan pertahanan. Lubang Jepang ini dibangun sebagai tempat penyimpanan perbekalan & peralatan perang tentara Jepang, Panjang terowongan lubang jepang mencapai 1400 m yang berkelok-kelok serta memiliki lebar sekitar 2 meter. Sejumlah ruangan khusus terdapat di terowongan ini, di antaranya adalah ruang pengintaian, ruang penyergapan, penjara, dan gudang senjata.

Kini, Lubang Jepang dikelola oleh pemerintah kota Bukittinggi dan menjadi objek wisata sejarah. Beberapa pintu masuk ke Lubang Jepang ini diantaranya terletak pada kawasan Ngarai Sianok, Taman Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi.

Aktivitas
Anda dapat melihat bagaimana tempat ini menjadi benteng pertahanan yang kuat. Terowongan ini berdiameter tiga meter  dan mempunyai dinding yang begitu tebal sehingga suara diluar sana tidak dapat terdengar. Terowongan ini termasuk luas, hampir dua hektar, dan memiliki enam pintu. Satu pintu terletak di Taman Panorama sementara yang lain di jalan menuju Ngarai Sianok.

Bunker Lubang Jepang

Lokasi
Bunker Lubang Jepang terletak di Jalan Panorama Bukittinggi, Sumatera Barat

Kebun Binatang Bukittinggi

Kebun Binatang Bukittinggi

Taman Margasatwa dan Budaya Kinantan atau yang lebih dikenal dengan nama Kebun Binatang Bukittinggi. Kebun Binatang Bukittinggi dibangun tahun 1900 oleh seorang ber kebangsaan Belanda yang bernama Controleur Strom Van Govent. Kemudian pada tahun 1929 dijadikan kebun binatang oleh Dr. J. Hock yang merupakan salah satu kebun binatang tertua yang ada di Indonesia, dan satu-satunya di Sumatera Barat, dengan koleksi hewan terlengkap di pulau Sumatera.

Aktivitas
Di kebun binatang bukit tinggi Pengunjung dapat menyaksikan berbagai macam hewan-hewan yang hidup di seluruh nusantara, mulai dari harimau sumatera, gajah, kijang, burung dan hewan lainnya yang dapat menjadi sarana hiburan dan edukasi bagi keluarga Anda.

Gajah
Lokasi
Kebun Binatang Bukittinggi terletak di atas Bukit Cubadak Bungkuak, Bukittinggi, Provinsi Sumatera Barat, Indonesia.

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta

Istana Bung Hatta atau lebih dikenal dengan sebutan Gedung Negara Tri Arga, Di zaman revolusi fisik tahun 1946 Istana tersebut menjadi Istana Wakil Presiden RI Pertama yaitu Drs. Mohammad Hatta. Dan sekarang gedung ini digunakan sebagai tempat seminar, lokakarya dan pertemuan tingkat nasional dan regional. Arsitektur bangunan ini berciri kolonial, dengan kamar-kamar yang luas berjumlah 8 buah tetapi sekarang ditambah 12 buah.

Lokasi : Terletak di pusat Kota Bukit tinggi tepatnya di depan taman Jam Gadang.

Jam Gadang

Jam Gadang

Jam Gadang merupakan nama suatu menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Jam Gadang didirikan pada tahun 1926 sebagai hadiah dari ratu Belanda kepada controleur, seorang sekretaris di Kota Bukit tinggi pada saat itu.

Tinggi jam gadang yaitu 26 meter (85 kaki) dan terdapat 4 jam dengan diameter masing-masing 80 cm pada Jam Gadang. Jam tersebut didatangkan langsung dari Rotterdam, Belanda. mesin Jam Gadang ini memiliki mesin yang hanya dibuat 2 unit di dunia, yaitu Jam Gadang itu sendiri dan Big Ben di London, Inggris.

Aktivitas
Anda dapat menyaksikan Jam Gadang dari taman dimana Jam Gadang berdiri, dari Pasar Atas atau dari kebun binatang yang terletak sekitar satu kilometer dari pusat kota. Selain itu pengunjung bisa mengendarai bendi untuk berkeliling di sekitar jam.

Lokasi
Jam Gadang terletak di Jalan Jam Gadang, Bukittinggi, Sumatera Barat. Dari Tugu Monumen Bung Hatta sekitar 40 meter.

Benteng Fort de Kock

Benteng Fort de Kock


Benteng Fort de Kock didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Baron Hendrik Markus De Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock.

Bangunan benteng dilengkapi meriam kecil di setiap keempat sudutnya. Benteng ini dibangun untuk menahan serangan kaum pribumi pada Perang Paderi yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol pada tahun 1825.

Lokasi
Benteng Fort de Kock terletak di Kec. Aur Birugo Tigobaleh, Kota. Bukittinggi, Sumatra Barat.

Kantor Pos Medan

Kantor Pos Medan

Kantor Pos Medan adalah salah satu bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh di Kota Medan, Berdiri pada tahun 1911, yang diarsiteki oleh salah seorang arsitek Belanda Snuyf. Bangunan ini memiliki luas 1200 meter persegi, dengan tinggi mencapai 20 meter. Selain berfungsi sebagai untuk mengirim surat kantor pos medan juga ramai dikunjungi wisatawan asing maupun lokal.

Alamat : Jl. Pos No. 1 Kesawan Medan 20111
Telepon : 061-4568940
Kode Pos : 20000