Minggu, 08 Juni 2014

Daftar Obyek Wisata DKI Jakarta

DKI Jakarta singkatan dari Daerah Khusus Ibukota Jakarta merupakan ibu kota negara Republik Indonesia. DKI Jakarta adalah satu-satunya kota di Indonesia yang memiliki status setingkat dengan provinsi. Kota Jakarta memiliki luas sekitar 661,52 km² yang terdiri dari lautan: 6.977,5 km²,  dan dengan penduduk berjumlah 10.187.595 jiwa sensus di tahun 2011. Wilayah metropolitan DKI Jakarta (Jabotabek) yang berpenduduk sekitar 28 juta jiwa, yang merupakan metropolitan terbesar di Asia Tenggara atau terbesar di urutan kedua dunia. Jika Anda berkunjung ke DKI Jakarta jangan lewatkan kesempatan untuk berwisata dan liburan mengunjungi tempat wisata dibawah ini.

Daftar Obyek Wisata DKI Jakarta
Kebun Binatang Ragunan
Masjid Istiqlal Jakarta
Monumen National Jakarta
Museum Bahari
Museum Jakarta Fatahillah
Museum Nasional Indonesia
Museum Seni Rupa dan Keramik
Museum Taman Prasasti
Museum Tekstil
Museum Wayang
Pelabuhan Sunda Kelapa
Pulau Bidadari
Pulau Pari
Pulau Pramuka
Pulau Sepa
Pulau Tidung
Suaka Margasatwa Muara Angke
Taman Impian Jaya Ancol
Taman Mini Indonesia Indah
Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu

Transportasi
DKI Jakarta dapat diakses melalui dua bandara internasional. Bandara utamanya adalah Bandara Internasional Soekarno - Hatta sebagai gerbang utama untuk memasuki Indonesia meskipun sekarang berada di provinsi Banten. Bandara Kedua adalah Bandara Halim Perdana kusumah yang awalnya merupakan markas bagi angkatan udara namun, sekarang digunakan sebagai tempat kedatangan kunjungan kepala negara dan pejabat baik lokal maupun luar negeri. Sejumlah maskapai penerbangan domestik melayani penerbangan ke seluruh Nusantara dari Bandara Soekarno-Hatta juga melayani hubungan langsung dari penerbangan internasional untuk tujuan regional.

Kamis, 05 Juni 2014

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti adalah salah satu taman makam umum tertua di dunia. Makam yang merupakan peninggalan zaman VOC ini sudah berusia 213 tahun dan lebih tua dari pemakaman serupa di Singapura Fort Canning Park (1926), Gore Hill di Sydney (1868), Mount Auburn Cemetery di Cambridge, Amerika Serikat (1831) dan Makam La Chaise Cemetery di Paris (1803). Oleh karena itu, Museum Taman Prasasti sebenarnya layak disebut sebagai warisan budaya dunia dan patut diusulkan untuk masuk dalam UNESCO.

Museum Taman Prasasti yang bernuansa Eropa ini sebelumnya dikenal dengan nama Kebon Jahe Kober, Namun pada tahun 1975 saat masa kepemimpinan Gubernur Ali Sadikin, makam ini ditutup dan dipindahkan. Sebagian kerangka di makam ini ada yang dibawa oleh kerabat keluarga ke Belanda. Sementara itu, sekitar 1.200 dari 5.000 nisan yang ada di makam ini masih tetap dipertahankan dan ditata ulang hingga akhirnya menjadi bagian dari Museum Taman Prasasti.

Aktivitas
Wisata museum dan sejarah pemakaman adalah agenda utama mengunjungi tempat ini dimana Anda dapat melihat karya seni abad di masa lampau. Nikmati juga keindahan karya seni bergaya Eropa yang terpahat jelas di tiap patung dan batu nisan yang menarik untuk dikagumi sebagai karya seni. 

Saat memasuki area pemakaman Museum Taman Prasasti, Anda akan diberikan pengalaman wisata tersendiri yang sempurna untuk kegiatan pengambilan video dan foto berlatar sejarah. Jelajahi dan temukan juga nisan-nisan tokoh penting pada zamannya. Di antara para tokoh sejarah yang makamnya masih ada adalah Dr HF Roll (1867-1935), yaitu penggagas dan pendiri sekolah kedokteran di STOVIA; Miss Riboet alias Miss Tjitjih (1900-1965); istri Gubernur Jenderal Inggris Thomas Stamford Raffles, yaitu Olivia Mariamne Raffles, yang meninggal di tahun 1814; serta ada pula makam aktivis muda nasional pada orde lama yaitu Soe Hok Gie (1942-1969).

Lokasi
Museum Taman Prasasti terletak di Jalan Tanah Abang No. 1, Kelurahan Petojo Selatan, Gambir, Jakarta. Museum ini berdekatan dengan Monas Jakarta.

Rabu, 04 Juni 2014

Museum Tekstil

Museum Tekstil

Museum Tekstil merupakan museum pertama dan satu-satunya di indonesia, museum ini didirikan pada tahun 1975 yang didasari kesadaran bahwa tekstil modern telah banyak menggeser tekstil tradisional Nusantara Indonesia. Museum Tekstil hadir sebagai tempat untuk mendokumentasikan kekayaan dan ragam tekstil berupa kain tradisional Nusantara. Adapun penggagas museum ini adalah Kelompok Pecinta Kain Tradisional Indonesia (Wastraprema) yaitu Ir. Safioen, selaku Dirjen Tekstil Departemen Perindustrian di waktu itu.

Aktivitas
Koleksi museum tekstil terdiri dari benda-benda yang ada hubungannya dengan dunia pertekstilan di Indonesia dari akhir abad ke18 hingga saat ini. Koleksi tersebut dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu batik, koleksi kain tenun, koleksi campuran, koleksi kontemporer, peralatan pembuatan batik/tenun dan lainnya. Dari koleksi tersebut dapat Anda lihat dan dipelajari perkembangan dari motif-motif kain tekstil tradisional Nusantara dari masa ke masa.

Di museum tekstil, Anda dapat mengenal lebih dalam mengenai peralatan batik dan tenun dari berbagai daerah di Indonesia. Selain menyimpan koleksi tradisional, Museum ini juga menampilkan koleksi tekstil modern karya perancang busana terkemuka hingga kini sebagai upaya untuk terus mendukung dan mengembangkan pertekstilan di Indonesia.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan Anda kunjungi atau hubungi pihak Museum Tekstil. Adapun untuk pengunjung Museum Tekstil buka pada hari dan jam berikut ini :

Museum Tekstil Indonesia
Selasa – Minggu: Pukul 09.00 s/d 15.00 WIB
Senin dan hari libur nasional, museum tekstil tutup.
Untuk Tiket masuk maka perorangan akan dikenakan tarif :
Dewasa : Rp5.000,-
Mahasiswa : Rp3.000,-
Anak-anak : Rp 2.000,-

Lokasi
Museum Tekstil terletak di Jalan Aipda K.S Tubun No. 2-4, Jakarta Pusat
Telp. (021) 560 6613
Fax. (021) 565 4401
Website. http://museumtekstiljakarta.com/
Email: mus_tekstil@yahoo.co.id

Pulau Sepa

Pulau Sepa

Pulau Sepa merupakan salah satu pulau yang tersisa sebagai pulau yang memiliki pesisir pantai terbaik yang belum tergerus oleh abrasi laut. Pantai di Pulau Sepa masih alami dan bersih sehingga dapat Anda gunakan untuk berenang atau menghabiskan waktu dengan aktivitas memancing.

Pulau Sepa menjadi salah satu tempat terfavorit bagi para penyelam, karena memang memiliki keindahan alam bawah laut yang indah, maka tidaklah mengherankan apabila pulau sepa dijuluki sebagai, "The Paradise for Diver in Jakarta". Anda dapat melihat langsung dari permukaan laut saat ikan clown fish berenang di antara anemon dan terumbu karang yang menghiasi keindahan ragam bawah lautnya.

Aktivitas
Pulau Sepa memiliki pantai berpasir putih dan udara yang sejuk untuk berjemur, berenang dan melakukan snorkeling. Pastikan juga Anda membawa perlengkapan housing kamera apabila ingin mengabadikan momen berharga bersama keluarga atau sekedar menyimpan panorama bawah air terumbu karang yang indah dihuni oleh ikan.

Di pantai ini juga terdapat Marine Walk, yang dapat Anda gunakan untuk berjalan-jalan dengan leluasa di dasar laut tanpa menyelam. Marine walk menggunakan penutup di kepala seperti helm. Anda akan terpukau melihat indahnya terumbu bawah laut dan karang di perairan pulau ini yang dihuni oleh ikan-ikan yang berwarna-warni.

Lokasi
Pulau Sepa masuk dalam kawasan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu, untuk menuju pulau sepa Anda dapat menggunakan perahu cepat dari Dermaga Marina Ancol Di Jakarta yang berjarak sekitar 65 km atau 90 menit perjalanan.

Selasa, 03 Juni 2014

Pulau Pari

Pulau Pari

Pulau Pari merupakan sebuah pulau yang apabila di lihat dari atas atau foto udara maka akan nampak seperti ikan pari. Pulau pari adalah salah satu destinasi yang dapat Anda coba untuk merasakan keindahan dan kesegaran panorama alam yang sejuk di dalam kawasan gugusan di Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu Jakarta.

Pulau Pari terbagi menjadi dua wilayah, yaitu bagian kepala atau (timur pulau) dan bagian badan hingga ekor atau (barat pulau). Ke dua wilayah ini memiliki fungsi yang berbeda yang mana pada bagian barat berupa cekungan yang menjadi lokasi pemukiman penduduk dan vegetasi air tawar. Sementara pada bagian satunya di timur merupakan bagian pesisir pantai yang luas dan indah, di bagian ini juga terdapat hutan magrove alami yang dijaga oleh penduduk sebagai penahan abrasi laut.

Populasi penduduk di pulau pari sekitar 700 orang dengan luas permukaan sekitar 43 hektare, Pulau ini tidak seramai dengan Pulau Pramuka atau Pulau Tidung namun suasananya yang sunyi dan bersih membuat banyak wisatawan menjadikannya destinasi terfavorit.

Aktivitas
Di pulau yang tidak terlalu luas ini Anda dapat menikmati indahnya pemandangan pantai sambil berjalan menjelajahi pesisir pantai. Desiran angin yang sejuk, pasir putih lembut, dan hempasan ombak yang tenang akan menahan Anda untuk berlama-lama menikmati keindahan pulau pari.

Di Pulau Pari selain menjelajahi pesisir pantai dan alam bawah laut, Anda juga daat melakukan kegiatan budidaya rumput laut. Pada bagian sebelah barat pulau pari dimanfaatkan sebagai Pusat Pengembangan Oseanografi oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Di sini Anda bisa menanam pohon ketapang, mangroove atau berkeliling ke pusat laboraturium milik LIPI disana juga terdapat biota laut yang ada di perairan Pulau Pari.

Lokasi
Pulau Pari terletak di kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, Kabupaten Kepulauan Seribu, Jakarta, Indonesia. Anda dapat menggunakan kapal cepat menuju Pulau Pari yang ditempuh dalam waktu 1-1,5 jam dari Dermaga Marina di Ancol atau dari Pelabuhan Kaliadem di Muara Angke, Jakarta Utara.

Senin, 02 Juni 2014

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik merupakan museum yang menyimpan beragam karya seni rupa dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda seperti grafis, sketsa, totem kayu, patung, dan batik lukis. Di dalam Museum seni rupa dan keramik terdapat sekitar 350 buah lukisan dan 1350 buah koleksi keramik dari Nusantara, Asia dan Eropa.

Bangunan Museum Seni Rupa dan Keramik sangat menarik untuk Anda kunjungi karena bercorak eropa berbentuk atrium yang memiliki bangunan induk bewarna putih yang megah. Ada dua buah bangunan sayap berlantai dua yang saling melengkapi dimana masing-masing dipisahkan oleh dua buah taman yang luas. Untuk menghubungkan kedua bangunan sayap tersebut ada sebuah koridor yang terdapat di bagian belakang.

Aktivitas
Museum Seni Rupa dan Keramik menyajikan beragam koleksi dari hasil karya seniman-seniman Indonesia sejak kurun waktu di tahun 1800-an hingga saat ini. Sedangkan koleksi keramik menampilkan beberapa keramik dari daerah Indonesia dan seni kreatif kontemporer. Selain itu ada juga koleksi keramik dari luar mancanegara seperti keramik dari Tiongkok, Vietnam, Thailand, Jepang dan Eropa dari abad ke 16 sampai awal abad ke 20.

Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sebuah Perpustakaan yang dapat Anda gunakan untuk membaca beragam koleksi buku seni rupa yang dapat menjadi referensi. Temukan juga beragam koleksi patung dari seniman modern Indonesia, seperti: Oesman Effendi, Popo Iskandar, G. Sidharta, Achmad Sadali, Amri Yahya, AS Budiman, Srihadi S, Fajkar Sidik, Kusnadi, Sudjana Kerton, Rusli, Nashar, Amang Rahman, Zaini, Suprapto, Mulyadi W, Abas Alibasyah, dan banyak seniman lainnya.

Lokasi
Museum Seni Rupa dan Keramik dapat Anda temukan di Jalan Pos Kota No 2, Kotamadya Jakarta Barat, DKI Jakarta, Indonesia. Museum ini berdekatan dengan Museum Sejarah Jakarta.

Minggu, 01 Juni 2014

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka

Pulau Pramuka merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan Kepulauan Seribu. Pulau ini menjadi pusat administrasi dan pemerintahan Kabupaten Administratif di Kepulauan Seribu dengan luas permukaan sekitar 9 hektar. Di pulau ini terdapat sebuah sarana pelestarian bagi penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang saat ini jumlahnya mulai sedikit sehingga populasi nya dilindungi.

Pulau Pramuka dihuni oleh masyarakat yang sebagian besar merupakan nelayan dan penyedia usaha wisata berupa hotel dan penginapan. Kehidupan mereka terbilang cukup sejahtera dan sebagian besar bangunan rumah di pulau ini cukup memadai. Pulau Pramuka merupakan pulau dengan jumlah penduduk terbesar di Kawasan Taman Nasional Laut, Kepulauan Seribu yang terdiri dari berbagai etnis, yaitu: Banten, Bugis, Betawi, dan Madura.

Aktivitas
Di sekitar perairan Pulau Pramuka terbilang bagus untuk Anda sepuasnya melakukan snorkeling atau menyelam karena memiliki air laut yang jernih serta berarus tenang. Kawasan pulau ini terbilang kaya dengan berbagai macam terumbu karang yang tersebar berwarna-warni yang dihiasi dengan beragam ikan yang berenang di dasar laut.

Di sekitar Pulau Pramuka terdapat beberapa titik untuk Anda menyelam atau snorkeling. Salah satu yang menarik untuk di kunjungi adalah di seputaran spot APL yang menyediakan beragam jenis ikan hias dan terumbu karang yang indah. disini juga terdapat spot karang sempit dengan beragam jenis terumbu karang berukuran besar.

Bagi Anda yang suka memancing dapat melakukanya di dermaga pulau ini tepatnya di bagian depan pulau pramuka. Pilihan lain adalah dengan menyewa sebuah kapal nelayan menuju lokasi yang dihuni banyak ikan besar.

Lokasi
Pulau Pramuka termasuk dalam kawasan Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara, Provinsi DKI Jakarta. Untuk menuju pulau ini Anda dapat menggunakan kapal kayu bermesin yang berkapasitas 50 orang menuju Pulau Pramuka, lama perjalanan yang ditempuh yaitu sekitar 2,5 jam dari Muara Angke.