Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wonosobo. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 Maret 2015

Beberapa Tempat Wisata di Wonosobo Yang Bisa Dikunjungi

Wonosobo merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Tengah, disini terdapat beberapa tempat wisata yang sangat menarik untuk dikunjungi. Berada di ketinggian 250 hingga 2.250 meter diatas permukaan laut menjadikan Wonosobo berciri dataran tinggi, berikut ini tempat wisata di Wonosobo yang bisa dikunjungi.

1. Dataran Tinggi Dieng


Dieng adalah kawasan dataran tinggi yang terletak di perbatasan antara Banjarnegara dan Wonosobo, secara administrasi Dieng berada di Kecamatan Kejajar, jaraknya sekitar 30 Km dari pusat kota Wonosobo. Dieng merupakan salah satu tempat wisata di Wonosobo yang sangat terkenal dan menarik untuk dikunjungi.

Telaga warna dan Telaga Pengilon dilihat dari ratapan angin Dieng Wonosobo

Berada di ketinggian 2000 meter diatas permukaan laut membuat kawasan wisata Dieng ini berhawa sejuk. Dieng menawarkan pemandangan alam yang sangat indah, disini terdapat beberapa objek wisata yang bisa anda nikmati seperti telaga warna, kawah sikidang, candi arjuna, sunrise cikunir dan masih banyak lagi lainnya. 

2. Curug Winong

Curug Winong Wonosobo

Tempat wisata di Wonosobo selanjutnya anda bisa mengunjungi curug winong yang lokasinya berada di Desa Winongsari, Kecamatan Kaliwiro, kurang lebih sekitar 50 menit perjalanan dari pusat kota Wonosobo menuju ke arah selatan melewati jalur Wonosobo, Selomerto, Balaikambang, Winongsari dan Curug Winong. Untuk bisa menikmati cipratan air curug winong ini, dari loket pembelian tiket anda harus berjalan beberapa ratus meter melewati jalan setapak hingga mencapai lokasi curug.

3. Air Terjun Sikarim


Air Terjun Sikarim Wonosobo

Air Terjun Sikarim adalah tempat wisata di Wonosobo yang lokasinya berada di Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo, jaraknya sekitar 20 km dari pusat Kota. Air terjun ini cukup tinggi dengan latar belakang bukit sikunir dan mengalir deras melalui dinding batu dengan dua jalur aliran. Setelah melihat matahari terbit dari bukit sikunir dan telaga cebong anda bisa melanjutkan perjalanan anda menuju ke air terjun sikarim ini.

Sabtu, 29 November 2014

Dataran Tinggi Dieng

Dataran Tinggi Dieng
Dataran Tinggi Dieng merupakan kawasan vulkanik aktif dan dapat dikatakan sebagai gunung api raksasa dengan beberapa kepundan kawah. Ketinggiannya rata-rata adalah sekitar 2.000 m di atas permukaan laut. Dataran tinggi Dieng memiliki banyak candi-candi kecil kuno yang indah dan terhampar di kawasan dataran tinggi gunung api.

Nama Dieng berasal dari gabungan dari 2 kata bahasa Kawi yaitu: "di" yang artinya "tempat" atau "gunung" dan "Hyang" yang bermakna (Dewa). Dengan demikian, Dieng berarti daerah pegunungan tempat para dewa dan dewi bersemayam. Teori lain juga menyatakan, nama Dieng berasal dari bahasa Sunda yaitu ("di hyang") karena diperkirakan pada masa pra-Medang (sekitar abad ke-7 Masehi) daerah itu berada dalam pengaruh politik Kerajaan Galuh.

Aktivitas
Dieng bagaikan negeri di atas awan dengan udaranya nya yang sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya para dewa dewi. Beberapa peninggalan budaya dan alam telah dijadikan sebagai objek wisata, Berikut beberapa objek wisata di Dieng.

Kompleks Candi Arjuna, Dieng
  • Telaga: Telaga Warna, merupakan sebuah telaga yang sering memunculkan nuansa warna-warni seperti merah, hijau, biru, putih, dan lembayung, Telaga Pengilon, yang letaknya bersebelahan persis dengan Telaga Warna, uniknya warna air di telaga ini bening seperti tidak tercampur belerang. Keunikan lain adalah yang membatasi Telaga Warna dengan Telaga Pengilon hanyalah rerumputan yang terbentuk seperti rawa kecil. Telaga Merdada, adalah merupakan yang terbesar di antara telaga yang ada di Dataran Tinggi Dieng. Airnya yang tidak pernah surut dijadikan sebagai pengairan untuk ladang pertanian. Bahkan Telaga ini juga digunakan para pemancing untuk menyalurkan hobi atau juga wisatawan yang sekadar berkeliling dengan perahu kecil yang disewakan oleh penduduk setempat.
  • Di kawasan dieng terdapat kompleks candi-candi Hindu yang dibangun pada abad ke-7, antara lain: Candi Gatotkaca, Candi Arjuna, Candi Semar, Candi Bima, Candi Sembadra, Candi Setyaki, Gangsiran Aswatama, Candi Srikandi, dan Candi Dwarawati.
  • Museum Dieng Kailasa, menyimpan artefak dan memberikan informasi tentang alam (geologi, flora-fauna), masyarakat Dieng (keseharian, pertanian, kepercayaan, kesenian) serta warisan arkeologi dari Dieng. Disini juga terdapat teater untuk melihat film (saat ini tentang arkeologi Dieng), panggung terbuka di atas atap museum, serta restoran.
  • Kawah: Sikidang, Sileri, Sinila (meletus dan mengeluarkan gas beracun pada tahun 1979 dengan korban 149 jiwa), Kawah Candradimuka.
  • Gua: Gua Semar, Gua Jaran, Gua Sumur. Terletak di antara Telaga Warna dan Telaga Pengilon, sering digunakan sebagai tempat olah spiritual.
  • Mata air Sungai Serayu, sering disebut dengan Tuk Bima Lukar (Tuk = mata air). dan Sumur Jalatunda.
Lokasi
Kawasan dataran tinggi dieng terletak di Jawa Tengah, yang masuk wilayah kota Wonosobo sekitar 30 km dan kabupaten Banjarnegara. Lokasi nya berada di sebelah barat kompleks Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing. Jika Anda ingin ke lokasi ini cara termudah untuk sampai ke dataran tinggi Dieng adalah dengan mengendarai kendaraan sewa/pribadi seperti mobil. Dieng berada di Jawa Tengah, berjarak sekitar 3 jam perjalanan dari Yogyakarta atau hanya 25 km dari Wonosobo.