Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Rabu, 04 Februari 2015

Brown Canyon, Grand Canyon Ala Semarang,

Jika di Amerika ada Grand Canyon, Pangandaran ada Green Canyon, maka tak jauh dari Semarang ada Brown Canyon. Berada di 2 KM sebelah selatan TVRI Jawa Tengah – Pucang Gading Mranggen, terdapat tebing-tebing tinggi yang sekilas menyerupai Grand Canyon. Tempat ini sedang ngehits diantara mereka yang hobi fotografi. Dan Brown Canyon menjadi sebutan populernya.




Apa Sebenarnya Brown Canyon ini?
Jika bertanya ke warga sekitar dengan menyebut Brown Canyon. Mereka tidak tahu dengan sebutan tersebut. Karena sejatinya tempat ini adalah Proyek Galian C. Sudah lebih dari 10 tahun, di tempat ini ditambang pasir, tanah urug dan batu padas. Sebelum membentuk tebing tebing mirip Grand Canyon, tempat ini sebelumnya adalah bukit, yang setiap hari dalam sekian tahun, setelah diambil materialnya terbentuklah tekstur tebing yang unik. Tebing tebing muncul karena tidak semua bukit menjadi area proyek galian, sehingga di perbatasannya terbentuk tebing tebing tersebut.

Jika hendak ke sini, sebaiknya pagi atau sore hari, karena selain pemandangan bagus, kalau siang hari panas sekali karena tidak ada pohon dan debu debu beterbangan. Jadi sebaiknya siapkan pula masker. Sebaiknya menggunakan kendaraan yang ground clearance cukup tinggi. Sepeda motor matic atau sedan, terlalu sulit atau mungkin tidak bisa.




Lewat mana rute menuju Brown Canyon ini?
Ada banyak rute untuk mencapai lokasi ini. Rute yang paling mudah merupakan yang paling sulit kondisi jalannya. Bisa dituju lewat Jalan Fatmawati (Pedurungan – Semarang Timur). Dari Fatmawati terus menuju selatan dan setelah sampai RSUD Kota Semarang (Ketileng), belok kiri menuju kompleks perumahan di area Klipang. Setelah sampai Klipang Golf, terus saja melalui jembatan baru, dan di depan ada 2 jembatan besi lagi, terus saja, lalu belok kanan. Sesampai di lokasi ini mulai banyak truk truk pengangkut tanah urug, pasir atau padas hingga lokasi. Lokasi berada 2 KM ke arah selatan dengan kondisi jalan yang sangat bergelombang dan berdebu.

Pertama kami mengira bahwa penambang memiliki cita rasa seni tinggi sehingga disisakan beberapa bagian yang tetap utuh dan tinggu menjulang yang dipuncaknya masih terdapat beberapa pohon pohon kecil. Setelah beberapa investigasi, ternyata ada beberapa bagian tanah yang strukturnya sangat keras. Karena cukup keras dengan peralatan tambang waktu itu yang hanya 1 jenis begu standar (Back Hoe Hidraulic Excavator), begu ini, demikian biasa pekerja tambang menyebut alat berat ini, tidak mampu mengeruk beberapa bagian tanah dan bebatuan yang keras. Jadi akhirnya beberapa bagian disisakan dan variasi struktur tanah membuat tebing tebing dari sisa tanah yang tinggi menjulang itu menjadi salah satu obyek foto favorit yang dicari.


Kini pekerja tambang menggunakan alat baru yang mampu menembus dan mengeruk semua jenis material di area ini. Dan untuk penambangan selanjutnya tidak akan menyisakan puing puing yang indah lagi melainkan sisa bekas tambang yang datar. Namun demikian puing puing artistik dari penambangan yang lama akan tetap ada.

sumber 

Rabu, 26 November 2014

Stasiun Semarang Tawang


Kereta api merupakan salah satu moda transportasi yang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Stasiun Tawang di Semarang adalah peninggalan kolonial Belanda. Di dalamnya terdapat beberapa keunikan. Apa saja?

Stasiun Tawang Semarang adalah stasiun kereta api yang terletak di Jalan Pengapon, Tambak Sari, Kota Semarang. Setidaknya ada empat keunikan yang terdapat di Stasiun Tawang. Berikut keunikannya.

Keunikan pertama terlihat pada pintu utama stasiun yang terbuat dari kayu, khas peninggalan kolonial Belanda. Kemudian di bagian dalam kubah atap yang tinggi dan juga khas bangunan kolonial.

Lampu gantung yang terdapat di bagian dalam Stasiun Tawang juga terlihat kuno dan masih asli. Belum lagi ada penampilan orkes keroncong yang dapat menghibur penumpang sambil menunggu kereta.

Kamis, 30 Oktober 2014

Museum Ronggowarsito Lorong Panjang Sejarah Jawa Tengah

Tentu museum hanya benda mati yang tidak akan pernah berarti jika kita tidak mengunjunginya. Karena itu, ketika saya hendak meluncur ke Museum Ronggowarsito yang terletak di Jalan Abdulrahman Saleh Semarang, saya menyiapkan diri untuk menikmati lorong panjang peninggalan sejarah yang membuat Jawa Tengah bisa seperti sekarang ini.
Museum Ranggawarsito yang merupakan museum provinsi dan terbesar di Jawa Tengah ini memiliki luas mencapai 8.438 meter persegi, yang dibagi menjadi beberapa bagian. Mulai dari pendapa, gedung pertemuan, gedung pameran tetap, perpustakaan, laboratorium, perkantoran, gedung deposit koleksi, maupun beberapa gerai yang menyediakan cinderamata khas untuk oleh-oleh.
Mengunjungi Museum Ranggawarsito kita bisa melihat 50.000 koleksi peninggalan sejarah. Berikut ini beberapa ruang pameran/galeri Museum Jawa Tengah Ronggowarsito seperti yang tertulis di museumindonesia.com:
1. Gedung A: Galeri Geologi (Lantai I)
Di sini kita bisa melihat Gunungan Blumbangan yang dirancang oleh Raden Patah pada abad ke-15. Gunungan ini menggambarkan alam semesta, manusia, dan lingkungannya. Selain itu, ada juga Lukisan Alam Semesta, yang terdiri dari Koleksi Kosmologika, Koleksi Geologika dan Geografika, dan Koleksi Ekologika
2. Gedung A: Galeri Paleontologi (Lantai II)
Ruang ini berisi koleksi fosil-fosil kayu, koleksi fosil (kerang, gajah purba, kerbau purba, dll) dan ilustrasi kehidupan binatang purba, dan koleksi fosil-fosil fragmen tulang manusia purba jenis Pithecanthropus erectus, manusia-kera yang berjalan tegak.
3. Gedung B: Peninggalan dari peradaban Hindu-Buddha (Lantai I dan II)
Budaya yang berasal dari pengaruh Hindu-Buddha dari India bisa kita liat di ruang ini. Seperti miniatur Candi Borobudur, Prambanan, Kalasan, Replika Prasasti Tukmas dan Cangal, Arca-arca dan replika, lingga-yoni, kala-makara. Arca Ganesha dari Sawit, Boyolali, sangat sempurna dilihat dari sisi artistik, dan berbagai koleksi lainnya.
4. Gedung B: Peninggalan dari berbagai zaman peradaban (Lantai II)
Berbagai peninggalan dari Zaman batu, zaman perunggu,  peradaban batu, Peradaban Polinesia, Peradaban Hindu-Buddha, Zaman pengaruh Islam, dan Peninggalan zaman kolonial bisa kita pelajari di ruang ini.
5. Gedung C: Galeri bersejarah perjuangan bersenjata (Lantai I)
Koleksi dibagi dua bagian: koleksi semasa perjuangan fisik dan diplomasi, serta diorama antara lain: Diorama pertempuran lima hari Semarang, diorama peristiwa Palagan Ambarawa, Diorama gerilya dan kembali ke Yogyakarta.
6. Gedung C: Galeri koleksi teknologi dan kerajinan tradisional (Lantai II)
Ruangan ini dibagi menjadi beberapa bagian, mencakup ruang teknologi mata pencaharian, ruang teknologi industri dan transportasi, ruang teknologi kerajinan, dan rumah tinggal.
7. Gedung D: Galeri Pembangunan (Lantai I)
Galeri in dikelompokkan kedalam Ruang Pembangunan, Ruang Numismatika dan Heraldik, Ruang Tradisi Nusantara, Ruang Intisari dan Hibah.
8. Ruang D: Galeri Kesenian (Lantai II)
Galeri kesenian menampilkan koleksi benda dan peralatan kesenian yang dipisahkan menjadi (1) Seni Pergelaran, dan (2) Seni Pertunjukan dan Seni Musik.
9. Ruang E: Galeri Koleksi Emas
Merupakan ruang susulan untuk menampilkan koleksi emas. Di sini koleksi dibagi menjadi empat kategori: Perhiasan badan, Perhiasa kepala, Berbagai bentuk cincin, serta Benda-benda untuk sarana upacara keagamaan, mata uang, lempengan prasasti, arca, keris, dan mangkuk.
sumber:http://wisatasemarang.com/museum-ronggowarsito-lorong-panjang-sejarah-jawa-tengah/

Rabu, 29 Oktober 2014

Sam Poo Kong Dilengkapi Patung Cheng Ho Tertinggi di Dunia

Indahnya arsitektur dan ornamen di Kelenteng Sam Poo Kong semakin lengkap sejak dihadirkannya patung Cheng Ho terbesar di dunia, dengan tinggi 10,7 meter pada pertengahan tahun 2011 lalu. Berbagai pembenahan yang dilakukan juga menjadikan Kelenteng Sam Poo Kong ini sebagai salah satu tempat wisata yang harus dikunjungi di Semarang.
Letak Kelenteng Sam Poo Kong yang tidak jauh dari Tugu Muda, tepatnya di daerah Simongan, juga menjadikan tempat ini sangat mudah untuk dituju wisatawan. Tempat yang juga masih berfungsi sebagai tempat ibadah ini menawarkan wisata budaya, sejarah, dan arsitektur. Untuk melengkapinya, pengunjung bisa berfoto dengan pakaian adat Cina yang bisa disewa di lokasi.
Komplek Sam Po Kong seperti tertulis di website Pemerintah Kota Semarang, dipercaya sudah berdiri sejak abad ke-15, setelah kedatangan Sam Po Tay Djien atau Zheng Ho atau juga terkenal dengan sebutan Laksamana Cheng Ho, di Jawa dengan mengemban misi menjamin persahabatan. Pendataran tersebut dilakukan di pelabuhan yang pada awal abad ke-15 terletak di Simongan.
Setelah lompatan sejarah sekian lama maka pada bulan Oktober 1724 diadakan upacara besar-besaran sebagai ungkapan terima kasih kepada Sam Po Tay Djien yang telah melindungi penduduk dari mara bahaya, sekaligus memperingati pendaratannya. Dua puluh tahun sebelumnya diberitakan bahwa gua yang dipercaya sebagai tempat tinggal Sam Po dulu runtuh disambar petir. Tak berselang lama gua tersebut dibangun kembali dan di dalamnya ditempatkan Sam Po dengan empat anak buahnya yang didatangkan dari Tiongkok. Pada perayaan tahun 1724 tersebut telah ditambahkan bangunan emperan di depan gua.
Perbaikan pertama disusul oleh perbaikan kedua pada tahun 1879 yang diprakarsai dan dibiayai oleh hartawan Oei Tjie Sien (ayah Oie Tiong Ham) yang telah mengambil alih pemilikan kawasan tersebut dari Hoo Yam Loo, pemegang pakta madat yang merugi. Tidak begitu jelas apa saja yang ditambahkan pada pemugaran kedua ini, hanya setelah selesai maka komplek tersebut dibuka untuk umum.
Pada tahun 1937 atas prakarsa Lie Hoo Soen komplek Sam Po dipugar kembali. Kali ini diadakan beberapa penambahan, yaitu gapura, taman suci dan selasar (Pat Sian Loh) yang menghubungkan Klenteng Sam Po dengan makam Kyai Jurumudi. Listrik masuk ke komplek Sam Po pada  zaman pendudukan Jepang dan selanjutnya komplek tersebut dalam keadaan tidak terawat.
Namun pada tahun 1950 kembali diadakan perbaikan dengan membuat gapura baru dari beton agar lebih kokoh, taman bunga di halaman belakang klenteng dengan dua buah paseban yang diberi nama Wie Wan Ting dan Tiang Lok Ting serta dua buah pat kwa ting (gasebo berbentuk segi delapan).
Sebelum penyempurnaan yang dilakukan pada tahun 2011, pada awal tahun delapan puluhan telah diadakan pembangunan komplek tersebut dengan mengutamakan gerbang klenteng dan ruang pemujaan lain, serta sarana akomodasi dan lain-lain. Sejarah panjang itulah, yang membuat Sam Poo Kong bisa berdiri seperti sekarang ini.

Selasa, 28 Oktober 2014

Pagoda Avalokitesvara Tertinggi di Indonesia

Semarang memang surganya bangunan dengan arsitektur yang mempesona dan artistik. Sebut saja Masjid Agung Jawa Tengah, Lawang Sewu, Klenteng Sam Poo Kong, dan berbagai bangunan di Kota Lama. Semua bangunan tersebut letaknya tidak jauh di pusat kota Semarang. Untuk di pinggir kota, Semarang juga punya Pagoda Avalokitesvara, tepatnya di depan Makodam IV Diponegoro Semarang.
Jika Anda dari Simpang Lima, hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapai lokasi yang dekat dengan perbatasan Kabupaten Ungaran ini. Bangunan Pagoda Avalokitesvara yang tinggi dan mencolok membuat mudah untuk menemukannya. Pagoda Avalokitesvara ini merupakan salah satu bagian dari Kompleks Vihara Buddhagaya Watugong.
Pagoda Avalokitesvara merupakan pagoda tertinggi di Indonesia dengan ketinggian mencapai 45 meter. Bangunan yang dibangun tahun 2005 ini hanya membutuhkan waktu kurang dari setahun untuk menyelesaikannya, dan diresmikan pada tahun 2006. Struktur pagoda dibagi dalam tujuh tingkat, dengan patung Dewi Welas Asih terdapat dari tingkatan kedua hingga keenam. Selain itu, juga terdapat 20 patung Kwan Im dipasang di Pagoda tersebut.
Pemasangan Dewi Welas Asih ini disesuaikan dengan arah mata angin, yang bertujuan agar Dewi yang selalu menebarkan cinta kasih tersebut bisa menjaga Kota Semarang dari segala arah. Bangunan yang merupakan pelengkap ruang Metta Karuna di Vihara Avalokitesvara Srikukusrejo Gunung Kalong.
Berbagai keistimewaan terdapat pada Pagoda Avalokitesvara ini. Di antaranya pada relief tangga dari batu (9 naga), kolam naga, lampu naga, air mancur naga, genteng, aksesori, hingga patung burung hong dan kilin. Karena itu, Pagoda Avalokitesvara ini merupakan salah satu kebanggaan warga Kota Semarang dan Jawa Tengah pada umumnya, dan menjadi salah satu tujuan wisata religi.
sumber: http://wisatasemarang.com/pagoda-avalokitesvara-tertinggi-di-indonesia/

Senin, 20 Oktober 2014

Tempat Wisata di Lombok NTB Yang Paling Terkenal

Pulau Lombok merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Indonesia yang jadi tujuan bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal. Pemandangan alamnya yang menakjubkan membuat wisatawan ingin kembali lagi kesini. Berikut ini tempat wisata di Lombok NTB yang paling terkenal.

1. Pantai Senggigi Lombok
 
Keindahan pantai Senggigi
Pantai senggigi terletak di Lombok Barat provinsi Nusa Tenggara Barat, laut dan pasirnya memang tidak seputih dan sebening pantai di pulau Lombok lainnya namun anda dapat menikmati keindahan saat matahari terbenam di sini. Selain itu di pantai Senggigi ini kita dapat dengan mudah menemukan hotel, resort, dan pusat hiburan lainnya yang dapat anda nikmati untuk bersantai di sini.

2. Gunung Rinjani Lombok
 
Pemandangan gunung Rinjani
Selain menikmati keindahan pantainya anda juga dapat menikmati keindahan pulau lombok dengan mendaki gunung Rinjani, di sini terdapat danau segara anak yang berbentuk sabit, bagi para trekker anda dapat menjelajah gunung ini dengan waktu 3-4 hari.

3. Pulau Gili – Gili Lombok
 
Tiga pulau gili-gili
Pulau ini terdiri dari 3 pulau yaitu Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Anda dapat menikmati keindahan karang bawah laut yang indah di sini. Bagi para penyelam anda juga bisa melihat penyu di kedalaman 10-20 meter.
4. Gili Nanggu Lombok

Gili Nanggu
Selain tiga pulau gili di atas ternyata Lombok masih memiliki Gili Nanggu pulau ini memiliki luas 12,5 ha dan terletak di Sekotong, Lombok Barat. Jika anda menginginkan pantai yang lebih private mungkin anda dapat mencoba tempat ini.

Tempat Wisata di Lombok


Selain tempat-tempat wisata tersebut anda dapat menemukan tempat wisata lainnya di Lombok, seperti Pantai Kuta, Pantai Selong Belanak, Pantai Gerupuk, Pantai Mawun, Pantai Tanjung AAN, dan masih banyak lagi tempat wisata lainnya di Lombok yang merupakan salah satu tempat wisata di indonesia yang bisa anda nikmati bersama keluarga maupun kerabat.

Jumat, 10 Oktober 2014

Umbul Sidomukti Tempat Menikmati Enam Puncak Pegunungan


Salah satu sudut terindah di Nusantara, begitu orang sering menggambarkan keindahan Kawasan Umbul Sidomukti. Karena di tempat ini kita bisa menyaksikan sembilan puncak pegunungan. Yaitu puncak Gunung Ungaran, Gunung Merbabu, Gunung Andong, Gunung Telomoyo, Gunung Muria, dan Gunung Lawu. Selain itu kita juga bisa melihat Rawa Pening, dan dua bukit kembar Cemanggal.

Pembangunan kawasan wisata alam Sidomukti ini pun awalnya didorong oleh kekaguman atas panorama keindahan alam yang menakjubkan. Kini Umbul Sidomukti menjadi salah satu tempat wisata yang cukup menonjol di Semarang dan sekitaranya. Di sini kita bisa menikmati berbagai pesona keindahan alam, permainan, kuliner serta berbagai fasilitas wisata menarik lainnya.

Begitu memasuki lokasi Umbul Sidomukti, pengunjung akan disambut dinginnya suasana pegunungan. Mata kita akan tertuju ke indahnya kawasan perbukitan dan pegunungan yang mengelilingi daerah Sidomukti. Untuk menuju ke lokasi dari tempat parkir, kita bisa berjalan kaki sambil menikmati suasana atau mencoba sensasi menunggang kuda yang memang banyak ditawarkan oleh masyarakat sekitar.

Berbagai pilihan fasilitas atau permainan dan harga tiket terlihat jelas di loket masuk. Kita bisa mencoba semua permainan yang ada atau beberapa permainan saja. Namun jika kita hanya ingin berjalan-jalan atau berenang cukup membayar tiket masuk saja. Di dalam kita bisa menyaksikan dan bermain di taman renang alam Umbul Sidomukti yang letaknya tepat di salah satu lereng gunung Ungaran dengan ketinggian 1200 dpl. Terlihat sangat menakjubkan karena diapit jurang dikedua sisinya.

Selain Taman Renang Alam, fasilitas lain yang dihadirkan di tempat ini adalah Arena Outbond, Adrenalin Games, Camping Ground, Pondok Wisata, Villa & Pondok Kopi, Pondok Lesehan, Meeting Room, dan Gua Tirta Mulya. “Villa dan Pondok Kopi, serta Gua Tirta Mulya merupakan tiga fasilitas terbaru yang kami hadirkan untuk melengkapi berbagai fasilitas yang telah ada di Umbul Sidomukti,” papar Ambar, Marketing Umbul Sidomukti.

Keindahan yang ditawarkan kawasan wisata alam Umbul Sidomukti memang layaknya sebuah mahakarya. Kekokohan gunung yang tampak perkasa, seimbang dengan bayangan lembah yang lembut, berpadu dalam warna alam yang menghipnotis setiap mata yang memandangnya. Membuat kita tidak sabar untuk datang lagi menikmati pesonanya.




Sabtu, 04 Oktober 2014

Curug 7 Bidadari



Curug 7 Bidadari adalah obyek wisata air terjun yang berlokasi di desa Keseneng, Sumowono, Kabupaten Semarang. Tempat ini dinamakan Curug 7 Bidadari (Air terjun 7 Bidadari/ 7 angels waterfall) karena tempat ini mempunyai tiga tingkata dan tujuh air terjun yang berbeda ukuran.

Perbedaan tingkat pertama dengan tingkat kedua kurang lebih 6 meter, sedangkan dari tingkat dua ke tingkat ketiga kurang lebih 7 meter. Air yang mengalir dari Curug 7 Bidadari masih bersih dan segar karena bersumber dari air pegunungan.

Bisa dikatakan bahwa Curug 7 Bidadari adalah air terjun paling indah dan terbaik di Semarang. Untuk menuju tempat ini, pengunjung akan melewati pemandangan pegunungan dan perbukitan yang indah. Berjarak kurang lebih tujuh kilometer dari Candi Gedong Songo, pengunjung akan menemukan banyak penanda jalan untuk menuju Curug 7 Bidadari.

Selain air terju yang cantik, pengunjung juga bisa menemukan sumur tua yang diyakini sebagai tempat mandi bidadari dan bisa membuat awet muda. Adapun fasilitas pendukung yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung adalah: toilet umum, penginapan, meeting room, gazebo, dan lain-lain. Untuk menuju Curug 7 Bidadari diperlukan waktu sekitar 1-1,5 jam dari pusat Kota Semarang dengan menggunakan mobil

Selasa, 16 September 2014

Festival Banjir Kanal Barat 2014



Dalam rangka menciptakan daya tarik wisata di sekitar Banjir Kanal Barat, serta melestarikan budaya yang ada disana Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan Festival Banjir Kanal Barat 2014. Pelaksanaan event yang telah menginjak 4 kalinya akan dilaksanakan selama dua hari berturut-turut mulai tanggal 17 hingga 18 Mei mendatang. Acara akan dibuka langsung oleh Walikota Searang pada pukul 20.00 dengan menerbangkan 3000 lampion

Festival Banjir Kanal Barat 2014

Berbagai acara akan digelar disana untuk memperkenalkan Banjir Kanal Barat. Diantaranya Festival Perahu Hias, Festival Mancing, Festival Kuliner Jateng dan Pagelaran Musik Asik. Bagi masyarakat yang ingin berpartsipasi dalam festival tersebut dapat langsung mendaftar pada hari H-nya dengan menunjukkan identitas diri.

Tak hanya itu saja, pada Sabtu malamnya (17/5) pukul 21.30 disuguhkan pagelaran wayang girli (pinggir Kali) dengan dalang yang pernah menjuarai tingkat nasional Ki Si Sigit Ariyanto, denga lakon Wahyu Makhutarama. Yang mana pada pagelaran tersebut akan dimeriahkan dengan Adegan Perang Kembang Wayang Orang (Arjuna dengan Cakil/ Buto). Untuk memeriahkan acara Festival Banjir Kanal Barat ini akan dibuat sebuah panggung hiburan yang didalamya terdapat beberapa rangkaian acara yang diharapkan bisa menyemarakkan acara Festival.

Jadwal Acara Festival Banjirkanal Barat 2014 Selengkapnya:

08.00 – 24.00 Festival Kuliner Jateng.
08.00 – 11.00 Festival Mancing.
19.00 – 20.00 Musik Asik.
20.00 – 21.00 Festival Perahu Hias.
21.00 – 21.30 Festival Lampion dan Pelepasan Lampion oleh Walikota.
21.30 – 03.00 Pegelaran Wayang Kulit dalang ki Sigit Aryanto.

Minggu, 28 Juli 2013

Keliling Jawa Tengah Modal Minim Ala Backpacker



Uang pas-pasan bukan halangan untuk traveling apalagi dengan gaya backpacker. Bermodalkan uang Rp 500 ribu, road trip keliling Jawa Tengah sampai Yogyakarta bisa dilakukan. Nekat tapi seru!

Mei lalu, saya pergi dengan tekad dan nekat mewujudkan mimpi mumpung masih muda, 22 tahun. Dengan uang yang saya miliki hanya Rp 500 ribu tunai dan Rp 100 ribu di ATM, cekak belum gajian, tujuan saya hanya satu: Dieng.

Pada masa saya sekolah tepatnya SMP, saya telah menyukai alam Indonesia yang memang telah diakui keindahannya. Sampai akhirnya saya tekadkan diri saya, apabila saya telah mempunyai uang saya ingin menikmati alam Indonesia. Singkat cerita saya telah bekerja di salah satu bank swasta dan memiliki gaji yang bisa dibilang lumayan dengan kondisi saya yang masih single.

Sebelumnya saya telah menikmati alam Cirebon, Kuningan, Pangandaran, Green Canyon, dll. Namun untuk cerita yang satu ini, saya harus memutar otak agar impian saya terwujud. Kondisi pada saat itu sedang cekak karena saya gajian tanggal 23 sedangkan keberangkatan saya tanggal 16 Mei.

Dengan sisa gaji bulan April, saya mengantongi uang Rp 500.000 dan Rp 100.000 saya simpan di ATM, untuk uang dadakan. Dengan uang yang saya pegang, saya mencari bis yang murah. Akhirnya dengan Rp 150.000 saya mendapatkan bis tujuan Semarang dengan tarif long weekend. Berangkat dari Purwakarta pada pukul 22.30 WIB, setelah perjalanan panjang, saya sampai di Kota semarang pada pukul 09.00 WIB, dengan perjalanan tempuh kira-kira 10 jam dan macet.

Di Semarang saya mempunyai teman bernama Elang yang sedang menuntaskan kuliah akhir dan mempunyai banyak waktu luang, yang terpenting mempunyai hobi yang sama yaitu jalan-jalan dengan biaya minim alias backpacker. Tanpa banyak berpikir panjang, pada pukul 11.00 WIB, saya langsung melanjutkan perjalan menuju Dieng. Kali ini menggunakan motor. Namun ternyata tak sesuai rencana.

Perjalanan panjang yang harus saya lewati terhalang hujan. Kami putuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan dengan berteduh dari 1 rumah ke rumah yang lain. Namun cuaca makin tak bersahabat sehingga kami harus menunda perjalanan sore itu dan memlih untuk bermalam di Temanggung. Tak pernah disangka, ternyata temanggung kota yang indah bahkan sangat indah. Ibarat kata pepatah, di kasih hati dapat jantung pula.

Esoknya sebelum melanjutkan perjalanan, kami berkesempatan menikmati pemandangan puncak gunung Kota Temanggung. Pukul 09.00 WIB pagi, kami berangkat menuju Dieng, Wonosobo. Finally, sampailah di Dieng dengan melewati jalur yang tak biasa, namun patut saya acungkan jempol dan berkata 'amazing' untuk rutenya.

Dalam hati saya berujar, "Inilah keagungan Tuhan dan Tuhan mewujudkan mimpiku." Mulai dari Telaga Warna, Candi Arjuna, Goa, Dieng Plateau Theater, bertemu dengan anak dewa 'si anak gembel' dll. Puas menikmati alam Dieng, ide gila muncul untuk lanjut ke kota Yogyakarta sebelum kembali ke Semarang hanya untuk membeli buah tangan untuk keluarga di Purwakarta.

Perjalanan panjang dengan menaiki motor kembali saya nikmati. Untuk rute Wonosobo-Yogyakarta kami menempuh perjalanan 4 jam dan termasuk makan siang. Buah tangan telah kami dapat, pukul 21.00 WIB kita sepakat untuk menyudahi perjalanan dan kembali harus menikmati perjalanan panjang dengan rute Yogyakarta-Semarang. 3,5 Jam kami lewati dengan lancar dan kali ini bermalam di Semarang. Terpaksa tidak makan malam karena tubuh sudah tidak bisa berkompromi.

Paginya, saya tak mau melewati waktu percuma, saya dan masih dengan teman saya Elang, berkeliling Kota Semarang mulai dari Kota Tua, Vihara Sam Poo Kong, Ambarawa, Lawang Sewu dan tak luput menikmati makanan khas Jawa 'Gesang ayam'. Komplit sudah perjalanan panjang dan sore itu juga saya kembali ke kota asal saya, Purwakarta. Uang di dompet masih bersisa Rp 70.000. Nice trip dan tak akan pernah saya lupakan.

sumber: http://travel.detik.com/read/2013/07/06/100000/1971158/1025/nekat-keliling-jawa-tengah-bermodal-uang-rp-500-ribu