Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belanja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 November 2014

Keunikan Pasar Gang Baru, Semarang


Salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi di daerah pecinan Semarang adalah pasar Gang Baru. Pasar ini terletak disebuah gang atau lorong ditengah - tengah wilayah pecinan. Aktifitas pasar dimulai pada pagi hari sekitar jam 5, pedagang dari berbagai daerah sekitar Semarang berdatangan dan menawarkan berbagai jenis barang di pasar ini.
Pasar tradisional yang sudah berumur puluhan tahun ini menyediakan berbagai kebutuhan sehari - hari mulai dari bahan makanan, obat - obatan tradisional, pakaian, hingga perlengkapan upacara ritual masyarakat Tionghoa.
Letak pasar Gang Baru berada diantara jalan Beteng dan Gang Belakang, dapat dicapai melalui jalan Sebandaran atau dari Gang Warung. Juga ada jalan kecil yang dapat dilalui oleh pejalan kaki atau kendaraan roda dua melalui Gang Cilik dan Gang Pasar baru. 
Waktu yang paling ideal mengunjungi pasar ini adalah mulai jam 6 hingga jam 10 pagi, pada jam tersebut pasar masih lengkap menyajikan berbagai barang, selebih dari jam 10 biasanya sudah banyak pedagang yang kehabisan stok sehingga pasar mulai lengang. Pasar ini sebenarnya buka hingga sore hari, tapi semakin siang pedagang akan semakin sedikit yang masih berjualan, kebanyakan hanya pedagang yang tinggal di Gang Baru dan rata - rata menjual bahan - bahan makanan dan perlengkapan upacara ritual Tionghoa.
Menjelang sore pasar ini biasanya sudah mulai sepi. Sebagian besar pedagang sudah menyingkirkan lapak - lapak dagangan mereka sehingga kendaraan roda empat dapat dengan mudah melewati pasar ini. Jika anda berkunjung ke pasar Gang Baru pada sore atau malam hari, gang ini tidak ubahnya seperti gang - gang lain yang banyak terdapat di pecinan Semarang.
Ji Kao Mee
Ada satu agenda unik tahunan di pasar Gang Baru, sehari sebelum hari terakhir penanggalan China atau tanggal 29 bulan 12 kalender Imlek, pasar Gang Baru buka sehari semalam dan selalu ramai dipadati pengunjung hingga pagi hari. Tradisi ini disebut oleh penduduk pecinan sebagai acara Ji Kao Mee (Malam tanggal 29), berbagai jenis keperluan upacara menyambut tahun baru Imlek disediakan dipasar ini.
Salah satu menu wajib untuk upacara tahun baru Imlek adalah wat kwee, sebuah kue mangkok berukuran besar dan berwarna merah segar. Kue ini hanya akan ditemui di Gang Baru pada malam hari tanggal 29 itu saja. Hidangan khas lain yang selalu tersaji pada hari - hari menjelang tahun baru Imlek adalah kue keranjang, kue manis terbuat dari beras ketan dan gula jawa.
Sejak dua tahun terakhir, kegiatan pasar malam Ji Kao Mee menjadi semakin meriah karena dipadukan dengan kegiatan Pasar Imlek Semawis yang digelar disepanjang pecinan Semarang. Anda dapat menemukan berbagai pernik - pernik unik untuk menyambut datangnya tahun baru Imlek disini, termasuk juga berbagai bunga segar yang didatangkan langsung dari perkebunan disekitar Semarang.
sumber: Gang Baru

Senin, 10 November 2014

Pasar Johar, Berkumpulnya Pedagang Semarang

Manakah Pasar tradisional terbesar di Semarang? Semua orang sepakat menjawab Pasar Johar. Pasar yang berlokasi di pinggir Kali Semarang ini sejak dulu merupakan pusat kegiatan ekonomi warga Semarang. Arsitektur pasar Johar menjulang tinggi berbentuk mirip cendawan. AdalahHerman Thomas Karsten, arsitek Belanda yang dipercaya merancang arsitektur pasar induk tradisional yang dibangun pada 1937 ini. Ciri khusus arsitektur pasar terletak pada atapnya yang berbentuk kolom-kolom mirip cendawan. Atap yang satu dan lainnya saling menaungi dan tidak menyatu. Konstruksi ini memungkinkan udara masuk dari segala penjuru.
Meski tanpa mesin penyejuk ruangan, udara segar bisa dinikmati. Sistem cross ventilation yang juga terlihat di Gedung Lawang Sewu merupak ciri Karsten. Selain menjadikan ruangan hemat energi, bangunan dengan cross ventilation juga cocok untuk kawasan tropis seperti Indonesia. Ciri lain arsitektur Pasar Johar adalah adanya ruang kosongantara lantai satu dan dua. Karena ruang kosong itu pulalah, pengunjung bisa melihat keunikan atap berbentuk cendawan.
Bukan hanya aspek ekologi yang menjadi pertimbangan perencanaan Pasar Johar. Aspek sosiologis juga sangat diperhatikan. Karsten paham betul fungsi pasar dalam tradisi masyarakat Indonesia. Tidak seperti pasar di Eropa yang hanya memfungsikan pasar hanya sebagai tempat transaksi pedagang dan pembeli. Di Indonesia, pasar tak sekadar tempat transaksi, tapi juga sebagai ruang terbuka tempat menampung para pedagang nonpermanen (tiban) yang berjualan pada acara tertentu.

Karsten juga sangat memperhatikan banyaknya perempuan yang menjadi pedagang atau sekadar menjadi buruh gendong. Untuk meringankan mbok-mbok gendhong memanggul bagor, dibuatlah lantai los pasar setinggi lutut orang dewasa. Tujuannya agar buruh gendong tak perlu mengangkat beban terlalu berat sebelum digendong.
Dari sisi material bangunan, Karsten memilih marmer berkualitas tinggi sebagai bahan pelapis permukaan dinding, meja utama, serta sebagian lantai. Sedangkan anak tangga dari batu andesit. Tak aneh, usia lebih dari 70 tahun Pasar Johar masih kukuh berdiri.
Kemasyhuran Pasar Johar hingga ke seluruh Jawa. Pedagang tak cuma datang dari sekitar Semarang, tapi juga dari Solo, Klaten, dan Kudus. Mereka berdagang di Pasar Johar hingga turun-temurun. Bahkan pedagang dari luar Jawa ikut meramaikan. Dulu pedagang dari Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi bisa langsung membongkar kapalnya di Kali Semarang, yang melintas tepat di tepi Pasar Johar. Di atas kali itu ada Jembatan Berok, tak jauh dari Pasar Johar, yang berupa jembatan hidrolik. Saat ada kapal bongkar-muat di Pasar Johar, jembatan bisa dibuka, lalu ditutup kembali. Hingga awal 1970, kapal masih bisa masuk Kali Semarang. Sayang, sekarang sudah dangkal dan jembatan sudah tak bisa dibuka lagi.
Kini kemegahan arsitektur Pasar Johar nyaris tak bisa dinikmati. Padatnya pedagang serta ketidakdisiplinan memelihara tata ruang membuat sirkulasi udara tak sebaik dulu. Satu-satunya alasan tiap hari Pasar Johar dipenuhi pengunjung adalah karena tersedia semua kebutuhan masyarakat, dari sandang, pangan, hingga elektronik dengan harga relatif murah. Pasar Johar selalu menjadi tujuan bagi pembeli eceran ataupun grosiran.
Selain sebagai tempat berdagang, Pasar Johar ibarat sebuah kampung tempat bertemunya pedagang dari berbagai daerah.
sumber: http://www.visitsemarang.com/artikel/pasar-johar-habitat-para-saudagar